Jakarta, MINA – Sekretaris Jenderal World Zakat and Waqf Forum (WZWF), Datuk Mohd Ghazali menilai Indonesia memiliki kapasitas besar untuk memimpin pengembangan ekosistem Islamic Social Finance atau keuangan sosial Islam di tingkat global.
Hal itu disampaikannya dalam acara zakat-leader-summit-2026/">International Zakat Leader Summit 2026 dengan tema “Masa Depan Zakat: Memajukan Inovasi, Memperkuat Kolaborasi, dan Membangun Dampak Berkelanjutan” pada Sabtu (17/10) di Jakarta.
Dalam sambutannya, Ghazali menyampaikan apresiasi terhadap peran Indonesia yang dinilainya telah berdaya dan mencerminkan kemampuan kepemimpinan negara Islam terbesar.
Menurutnya, arah pembangunan Indonesia yang memberikan peranan dalam dunia Islam memberikan harapan besar bagi umat. Hal ini didukung oleh kapasitas yang lancar serta dukungan presiden melalui dua badan khusus, yakni BAZNAS dan wakaf-indonesia/">Badan Wakaf Indonesia, serta peran besar Bank Indonesia.
Baca Juga: Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, Ini Wilayah Terpanas di Indonesia versi BMKG
“Hal ini memberikan pengharapan yang baru dan kepastian bahwa Indonesia akan maju ke hadapan memimpin pembangunan ekosistem Islamic Social Finance bagi umat, dengan juga kawasan Nusantara,” ujar Ghazali.
Ia juga menekankan bahwa pertemuan ini memberikan harapan kepada seluruh umat Islam di Afrika, Barat dan Tengah yang menyaksikan keadaan krisis dunia saat ini.
Ghazali juga menyoroti pentingnya kesempurnaan dan ketulusan dalam pengurusan zakat dan wakaf. Menurutnya, hal itu menjadi jaminan bahwa semua umat Islam akan merasakan bahwa wakaf dan zakat akan menjadi peranan dalam hidup mereka masing-masing.
“Yang ketiga ialah kita melihatkan dalam ASEAN, negara-negara Islam merupakan lebih kurang 45% sebagai ahli dalam penduduknya. Saya rasa hari ini, dengan kekuatan yang hukum dan juga kemampuan dan keikhlasan kita, akan dapat membantukan benua ASEAN dengan juga Pasifik membawakan satu keistimewaan baru. Membawa wakaf dan zakat memberi peluang kemampuan yang hadir dan juga memberikan perubahan hidup mereka dengan penyampaian dana daripada harta masing-masing, juga menunaikan tanggung jawab yang ditentukan dalam rukun Islam,” tegasnya.
Baca Juga: Singapura Sebut 3 Perusahaan Indonesia Terlibat Karhutla
Sementara itu, Ketua BAZNAS Sodik Mujahid menegaskan bahwa bangsa dan masyarakat manapun menuntut serta memerlukan keadilan ekonomi dan kesejahteraan bersama.
Zakat, wakaf, infak, dan sedekah merupakan salah satu instrumen untuk membangun keadilan dan kesejahteraan bersama. Atas dasar kebutuhan keadilan ekonomi itulah, BAZNAS terus meningkatkan operasi, tata kelola, penggunaan IT, dan digitalisasi, serta memperluas kolaborasi dan kerja sama melalui forum ini.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin menyampaikan, zakat telah berfungsi sangat instrumental dalam meningkatkan kualitas kehidupan warga bangsa dan berperan penting dalam menanggulangi kemiskinan.
Kamaruddin berharap ke depan tata kelola zakat semakin kuat, pengumpulannya semakin banyak, manfaatnya semakin besar, dan dampaknya semakin dirasakan masyarakat. Ia juga menekankan bahwa pendistribusian zakat harus berbasis data yang akurat dan tepat agar tidak salah sasaran. []
Baca Juga: Jama’ah Muslimin Protes Lelucon Trump Soal Nama Muhammad, Tuntut Permintaan Maaf Terbuka
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic