Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mendukung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sembilan hari menjelang pemilihan parlemen Israel yang berlangsung ketat.
Dukungan itu disampaikan Trump lewat unggahan panjang di Truth Social, Ahad (18/10), seperti dikutip The New York Times.
Dalam unggahan yang ditujukan kepada rakyat Israel itu, Trump menyebut siapa pun selain Netanyahu akan menjadi pemimpin yang keliru.
Ia memuji Netanyahu karena bertahan menghadapi tantangan besar, termasuk dari dalam Israel sendiri, dan menyebutnya sebagai mitra perdamaian dalam menghadapi Iran.
Baca Juga: Deplu AS Tepis Isu Evakuasi Massal di Teluk, Hanya Berlaku di Arab Saudi
Netanyahu membalas dengan menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang terjalin, serta menyatakan keduanya akan menuntaskan tugas bersama.
Dukungan ini muncul di tengah hubungan kedua pemimpin yang belakangan memburuk. Ketegangan dipicu perang melawan Iran yang berkepanjangan dan berdampak pada ekonomi global.
Trump mendorong gencatan senjata dengan Iran dan kelompok Hizbullah di Lebanon, langkah yang ditentang Israel. Trump juga mengakui pernah menyebut Netanyahu “gila” secara pribadi terkait tindakan Israel di Lebanon, menurut laporan NYT.
Dukungan terbuka semacam ini menyimpang dari kebiasaan presiden AS yang umumnya menghindari memihak pemimpin negara lain dalam pemilu.
Baca Juga: Ruba Ghazal Kibarkan Keffiyeh Palestina di Parlemen Kanada
Israel akan menggelar pemilu pada 27 Oktober 2026, yang dipandang luas sebagai referendum atas kepemimpinan Netanyahu.
Sebagian warga menyalahkan Netanyahu karena gagal mencegah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, dan karena Israel menghadapi isolasi diplomatik selama perang di Gaza.
Survei Channel 12 pada 12 Oktober memproyeksikan blok penentang Netanyahu meraih 67 kursi dibanding 49 kursi koalisinya, tetapi angka itu mencakup partai-partai Arab, sedangkan sejumlah survei lain menunjukkan persaingan kedua blok sangat ketat.
Pengaruh dukungan Trump di mata pemilih Israel dinilai masih ada, meski tidak sebesar dulu. Sebagian warga memuji perannya dalam pembebasan sisa sandera Israel di Gaza tahun lalu, sementara sebagian lain memandangnya sulit ditebak karena menarik diri di tengah perang melawan Iran.
Baca Juga: Puluhan Jet Tempur Israel Dekati Perbatasan Udara Iran
Pekan lalu, Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee dilaporkan bertemu pemimpin oposisi Gadi Eisenkot, meski belum ada bukti hal itu mengubah sikap Washington. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Universitas Galway Irlandia Didesak Putus Kemitraan dengan Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic