Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruba Ghazal Kibarkan Keffiyeh Palestina di Parlemen Kanada

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - 4 jam yang lalu

4 jam yang lalu

10 Views ㅤ

Ruba Ghazal kenakan kefiyeh Palestina di Parlemen Kanada. (Jaridah Al-Quds)

Quebec, MINA — Majelis Nasional Provinsi Quebec menyaksikan momen mencolok dalam upacara pelantikan anggota parlemen.

Ruba Ghazal, politisi kelahiran Palestina, dengan bangga mengangkat keffiyeh Palestina di hadapan para hadirin di parlemen. Langkah ini menjadi penegasan identitas dan akar nasionalnya di tengah ruang legislatif yang resmi.

Rekaman video menunjukkan Ghazal, juru bicara Quebec Solidaire, melambaikan keffiyeh sebelum meletakkannya di bahunya. Jaridah Al-Quds melaporkan, Rabu (21/10).

Aksi ini disambut dukungan luas dari para pendukung partai, beberapa di antaranya turut mengangkat keffiyeh serupa sebagai bentuk solidaritas.

Baca Juga: Puluhan Jet Tempur Israel Dekati Perbatasan Udara Iran

Puncak Karier Politik

Upacara tersebut melantik sembilan anggota parlemen dari Quebec Solidaire yang memenangkan pemilihan provinsi pada 5 Oktober 2026. Momen ini menjadi puncak karier politik Ghazal yang mewakili aspirasi luas pemilih Montreal.

Sumber melaporkan, Ghazal sengaja mengeluarkan keffiyeh dan mengibarkannya di aula merah Majelis Nasional, memberikan warna politik dan budaya pada upacara resmi.

Sejumlah peserta pun mengikuti langkahnya dengan mengangkat simbol identitas Palestina di dalam aula.

Baca Juga: Universitas Galway Irlandia Didesak Putus Kemitraan dengan Israel

“Saya Sepenuhnya Quebec dan Palestina”

Dalam pernyataan pers setelah upacara, Ghazal menekankan dualitas identitasnya. Ia merasa sepenuhnya Quebec dan Palestina pada saat yang sama.

Ia menegaskan berasal dari dua negara, cerminan sifat multikultural masyarakat Kanada dan keterbukaan terhadap isu pembebasan.

Kepada media lokal, Ghazal mengatakan keluarganya berimigrasi ke Quebec hampir empat dekade lalu untuk mencari keamanan dan pendidikan, menghindari wabah pengungsian. Ia mengaitkan pengalaman pribadinya dengan sejarah suaka Palestina selama puluhan tahun akibat praktik pendudukan.

Baca Juga: Presiden Iran Tegaskan 7 Syarat yang Harus Dipenuhi AS Sebelum Kembali Berunding

Bagi Ghazal, keffiyeh bukan sekadar sepotong kain. Ia adalah bagian integral dari warisan keluarganya, diwariskan dari ayahnya yang selalu memakainya. Ia percaya simbol ini telah berkembang dari pakaian tradisional menjadi ikon global perlawanan Palestina terhadap ketidakadilan.

Ini bukan pertama kalinya Ghazal mengenakan keffiyeh di parlemen. Pada Mei 2024, ia memakainya untuk menyatakan posisi politik penolakan terhadap keputusan pemerintah Quebec membuka kantor perwakilan di Tel Aviv yang diduduki.

Akar Pengungsian dan Perjalanan Hidup

Ruba Ghazal lahir di Beirut, Lebanon, pada 1977 dari keluarga pengungsi yang dipaksa meninggalkan rumah mereka selama Nakba 1948. Ia menghabiskan masa kecil di Uni Emirat Arab sebelum keluarganya pindah ke Kanada.

Baca Juga: Menlu Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga Tuntutan Dipenuhi

Ghazal menetap di Quebec pada usia 10 tahun. Meskipun belum pernah mengunjungi Palestina, ia menegaskan bahwa impian untuk kembali dan mendirikan negara merdeka adalah pilar utama identitas pribadinya.

Secara akademis, ia meraih gelar Administrasi Bisnis dari Graduate Business School of Montreal pada 2000, lalu melanjutkan dengan gelar master di bidang lingkungan dan sertifikat keselamatan kerja.

Karier Politik yang Konsisten

Ghazal memulai karier politiknya dengan ikut mendirikan Quebec Solidaire pada 2006, partai sayap kiri yang mengusung keadilan sosial dan isu lingkungan.

Baca Juga: Prancis Kerahkan Pasukan Militer untuk Hadapi Demonstrasi

Ia pertama kali masuk parlemen pada 2018 dari daerah pemilihan Mercier, dan kembali memenangkan kursinya pada 2022 dan 2026.

Saat ini, Ghazal menjabat sebagai juru bicara bersama partai dan merupakan salah satu tokoh parlemen paling menonjol yang memimpin debat tentang identitas, migrasi, dan keadilan. Partainya terus menyuarakan isu kemanusiaan—terutama Palestina dan hak-hak pengungsi. []

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Inggris Kirim Jet Tempur Typhoon ke Arab Saudi untuk Tangkal Serangan Houthi

Rekomendasi untuk Anda