Jakarta, MINA – Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan logo, tema, dan rangkaian acara peringatan Hari Santri 2026. Peringatan tahun ini mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” untuk menegaskan peran santri dan pesantren dalam pembangunan bangsa menuju 2045.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut Hari Santri sebagai momentum mengenang kontribusi ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan, terutama lewat Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Tanggal itu kini ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.
Logo Hari Santri 2026 mengusung konsep anyaman dinamis berwarna biru toska dan keemasan. Jalinan itu melambangkan kebersamaan santri, pesantren, dan masyarakat, sedangkan dua lingkaran yang saling menyimpul menggambarkan nilai keagamaan dan kesadaran bernegara. Kemenag menyediakan logo resmi ini untuk keperluan publikasi dan kegiatan peringatan.
Rangkaian acara berlangsung sejak September hingga Oktober 2026 dan terdiri dari 10 agenda, antara lain Surat Santri untuk Presiden, Perkemahan Pramuka Santri Nusantara di Kabupaten Malang, Santri Vision, dan forum akademik Mu’tamad Santri.
Baca Juga: Korban Tewas Karhutla Bromo Bertambah Jadi 5 Orang, 1 Petugas Pemadam Kritis
Agenda yang masih berjalan atau akan digelar adalah Expo Kemandirian Pesantren di Lapangan Banteng, Jakarta, pada 16–24 Oktober dan Pesantren Award hingga 24 Oktober. Upacara Hari Santri digelar pada 22 Oktober, dan acara ditutup dengan Malam Bakti Santri untuk Negeri di Istora Senayan, Jakarta, pada 24 Oktober.
Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan, expo tersebut akan menampilkan produk usaha pesantren. Pada 2021–2025, sebanyak 4.185 pesantren menerima bantuan inkubasi, dan sebagian di antaranya mengembangkan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMPES). []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: 9 Bulan Gabung BoP, Indonesia Masih Tangguhkan Keterlibatan di Dewan Perdamaian Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic