ACT Selidiki Campak dan Gizi Buruk di Asmat

(dok. ACT)

Jakarta, MINA – Aksi Cepat Tanggap menyelidiki penyebab timbulnya penyakit campak dan gizi buruk yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua, awal tahun ini. Hasil sementara diduga karena kebiasaan masyarakat di sana yang tak lazim.

“Yang kita temui di sana, setiap kali makan, bapaknya yang didahului, setelah itu sisanya baru diberikan kepada anaknya. Kondisi lain yang juga kita temui, mohon maaf, ibunya yang kerja, sementara bapaknya di rumah,” ujar Direktur ACT, Bambang Tritono kepada MINA, Rabu (7/2).

Bambang menjelaskan, kasus penyakit campak sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi. Sekarang persoalan gizi buruk yang masih perlu pendampingan dari tim medis agar kondisi ini tidak semakin buruk.

“Kami berencana akan melakukan kerjasama dengan satgas setempat untuk melakukan pendampingan dengan para korban gizi buruk,” katanya.

Temuan lainnya adalah soal beras. Bagi masyarakat Asmat, kata dia, beras dianggap sebagai sesuatu yang mewah, sehingga setiap kali memperoleh beras, mereka lebih senang membawanya ke warung untuk ditukar dengan mie instan, makanan-makanan ringan, hingga rokok.

“Kami tidak tau apakah itu kebiasaan mereka di sana atau bukan, tetapi yang kami temukan adalah mereka sepertinya tidak senang mengolah makanan. Mereka lebih senang mencari makanan yang praktis-praktis,” katanya.

Bambang mengisahkan ada sebuah kejadian yang menurutnya diluar dugaan. Ketika ada kelompok masyarakat di luar Asmat memberikan bantuan berupa nasi kotak lengkap dengan lauk pauknya, mereka menolak untuk makan.

“Alasannya karena makanan itu terlalu bagus, khawatir mereka tidak bisa buat makanan yang seperti itu,” katanya.

Ia berharap, pemerintah pusat bisa lebih memperhatikan kondisi di Kabupaten Asmat, supaya kejadian serupa tidak terulang lagi kedepannya. Apa yang dilakukan ACT dan lembaga-lembaga semisalnya adalah mewakili rasa empati publik.

“Semoga kondisi di sana bisa membaik dari sisi kesehatan, pendidikan, bisa merata. Dan kami berupaya untuk itu,” katanya. (L/R06/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)