Alumnus Al-Fatah Raih Medali Emas di Kejuaraan Dunia Pencak Silat Tapak Suci

(Foto: Istimewa)

Solo, MINA – Atlet DKI Jakarta Alumnus Pondok Pesantren Al-Fatah Lampung, Rian Syahputra Lubis berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Pencak Silat Tapak Suci Pertama di Solo, pada 30 Agustus hingga 5 September 2019.

“Alhamdulillah, sangat bersyukur sekali bisa meraih medali emas di kejuaraan dunia tapak suci yang pertama. Terbayar sudah perjuangan berlatih dengan lelah sebelum kejuaraan,” ujar Rian kepada MINA, Jumat (6/9).

Dia mengatakan, persiapan untuk menghadapi kejuaraan kali ini sudah berlatih sejak dua bulan yang lalu. Terutama latihan fisik dan pematangan teknik.

“Untuk lawan pada kejuaraan dunia ini sangat bagus dan kompetitif karena banyak atlet daerah dan nasional yang berlaga bahkan negara luar seperti Algeria, Mesir dan Uganda berlaga sangat baik pada event kali ini,” imbuh Rian.

Rian merupakan alumnus Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Lampung angkatan ke-21, lulus pada tahun 2015. Selama mengenyam pendidikan di ponpes yang terletak di Kampung Islam Internasional Muhajirun, Desa Negararatu, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung itu, dia ikut berlatih pencak silat Tapak Suci.

Saat ini ia sedang menyelesaikan tugas akhirnya di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam kejuaraan ini, Rian membawa nama kontingen DKI Jakarta.

Kejuaraan tersebut merupakan kejuaraan dunia pencak silat perguruan Tapak Suci yang pertama kalinya digelar. Pada kesempatan ini, Solo menjadi tuan rumah ajang bela diri pencak silat itu. Lokasi kompetisi pun digelar di GOR Sritex Arena, Jawa Tengah.

Kejuaraan Dunia Pencak Silat Tapak Suci yang merupakan rangkaian dari Muktamar Muhammadiyah tahun ini mengambil tema “Dengan Kejuaraan Dunia Tapak Suci, Kita Songsong Sukses Muktamar Muhammadiyah Ke-48”.

Ponpes Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Lampung sendiri merupakan salah satu ponpes terbesar dari 23 cabang Ponpes Al-Fatah milik Jama’ah Muslimin (Hizbullah) yang tersebar di seluruh daerah.

Ponpes ini mewajibkan seluruh santrinya untuk mengikuti kegiatan bela diri sesuai dengan minatnya. Ragam bela diri yang diadakan yaitu Karate dan pencak silat Tapak Suci (TS).(L/LM/Ast/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)