Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AOHR: Google, FB, Twitter dengan Israel Kerjasama Manipulasi Fakta

sajadi - Ahad, 6 Oktober 2019 - 14:31 WIB

Ahad, 6 Oktober 2019 - 14:31 WIB

17 Views

London, MINA – Organisasi HAM Arab di Inggris atau Arab Organization Human Rigth (AOHR) menyatakan kekecewaannya karena perusahaan Google, Facebook dan Twitter terlibat kerjasama dengan Pemerintah Israel dalam memanipulasi fakta dan peta geografi.

Dalam laporannya AOHR menyebut, Israel mulai “menjajah dunia maya” menyusul kesepakatan dengan Facebook meski tidak dipublish pasal-pasal kesepakatannya namun berisi tentang pengawasan terhadap akun-akun Palestina dan pro Palestina di seluruh dunia.

“Pihak Facebook benar-benar mulai memblokir sejumlah fans page media massa dan budaya serta akun pribadi,” kata AOHR dalam laporannya yang dikutip dari Palestinian Information Center (Palinfo), Ahad (6/10).

Kesepakatan itu merupakan dukungan kepada Israel dan bertentangan prinsip dasar jejaring sosial itu sendiri.

Baca Juga: Australia Tuntut Penyelidikan Independen Pembunuhan Petugas Medis di Gaza

Zionis Israel yang menikmati penjajahan atas Palestina dan terus melakukan manipulasi geografi dan demografi mulai melebarkan sayap penjajahannya ke dunia maya.

Bahkan, Google tunduk untuk memanipulasi peta Palestina dan menghapus namanya dari Google Maps dan mengubah Al-Quds (Jerusalem Timur) menjadi ibukota negara Israel).

Sementara Twitter juga menghapus sejumlah akun pribadi tokoh Palestina dan pendukung Palestina dan Youtube yang sudah dibeli Google Inc juga menghapus sejumlah konten yang membongkar kejahatan-kejahatan Israel dengan klaim memprovokasi kekerasan dan terorisme.

Laporan AOHR menambahkan, pihak jejaring sosial Facebook beberapa hari lalu juga menghapus sekitar 30 akun berbasis media, budaya dan intertain Palestina berbahasa Arab yang memiliki “like” ribuan.

Baca Juga: Hamas Puji Ibtihal al-Saad Yang Mengungkap Peran Microsoft Bantu Israel

Penutupan-penutupan tersebut dilakukan setelah delegasi Facebook tiba di Israel dan bertemu dengan dua menteri keamanan dalam negeri Gilad Aradon dan Jaksa Agung Eliet Shaked pada September ini.

Mereka membahas apa yang mereka sebut sebagai “fenomena penggunaan jejaring sosial untuk tindakan provokasi terorisme”.

AOHR menilai, pihak Facebook yang mau kerjasama keamanan dengan Israel adalah bentuk kejahatan terhadap hak bangsa Palestina dan melanggar prinsip dasar jejaring sosial itu didirikan yakni membangun komunikasi antar bangsa. (T/Sj/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Hamas Tegaskan Perlawanan Terhadap Penjajahan dan Perlindungan Al-Aqsa Terus Berlanjut

Rekomendasi untuk Anda