Washington, MINA – AS menginstruksikan personel non-darurat untuk meninggalkan kedutaannya di Beirut, Lebanon pada Senin (23/2), mengurangi kehadiran diplomatiknya seiring meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.
“Kedutaan tetap beroperasi dengan staf inti yang ada,” kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri, The National melaporkan.
“Kami terus menilai lingkungan keamanan dan berdasarkan tinjauan terbaru kami, kami memutuskan bahwa bijaksana untuk mengurangi jejak kami menjadi personel penting,” kata pejabat yang berbicara dengan anonim.
Langkah itu dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa Lebanon dapat kembali menjadi titik api dalam konflik regional yang lebih luas.
Baca Juga: Bernie Sanders Kecam Netanyahu, Sebut Israel Seret AS ke Konflik Iran
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Departemen Luar Negeri memperingatkan warga Amerika untuk tidak bepergian ke Lebanon, dengan alasan “kejahatan, terorisme, kerusuhan sipil, penculikan, ranjau darat yang belum meledak, dan risiko konflik bersenjata.”
“Kelompok teroris terus merencanakan kemungkinan serangan di Lebanon,” kata departemen tersebut, seraya mencatat bahwa insiden dapat terjadi dengan sedikit atau tanpa peringatan dan dapat menargetkan lokasi wisata, pusat transportasi, pasar, pusat perbelanjaan, dan fasilitas pemerintah.
Hal ini terjadi setelah berpekan-pekan peringatan AS tentang potensi serangan terhadap Iran.
Trump mengatakan pada pekan lalu bahwa “hal-hal yang sangat buruk akan terjadi” jika diplomasi gagal.
Baca Juga: Tentara Israel Perintahkan Evakuasi bagi Warga di Selatan Beirut
Iran dan AS diagendakan akan mengadakan putaran ketiga pembicaraan nuklir pada Kamis (26/2) di Jenewa, kata Menteri Luar Negeri Oman Badr Al Busaidi pada Ahad (22/2).
Para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa mereka akan menargetkan pangkalan militer AS di wilayah tersebut jika Teheran diserang.
Lebanon dipandang sebagai front sekunder potensial dalam konfrontasi apa pun dengan Teheran, mengingat kehadiran Hezbollah, kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran dan partai politik Lebanon. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS
















Mina Indonesia
Mina Arabic