Teknaf, MINA – Penjaga Pantai Bangladesh menangkap 122 nelayan dan tukang perahu, termasuk 93 warga Rohingya, pada Jumat (29/8) pagi dalam penggerebekan di Kotamadya Teknaf, Distrik Cox’s Bazar, dengan tuduhan menyeberangi Sungai Naf untuk menangkap ikan di perairan Myanmar.
Dilansir dari Arakan News Agency (ANA) pada Ahad (31/8), Salahuddin Rashid Tanvir dari Penjaga Pantai Teknaf mengatakan, para tahanan tersebut termasuk awak dari 19 kapal pukat harimau Bangladesh.
Ia mencatat bahwa wilayah di seberang Teknaf, di Negara Bagian Arakan, Myanmar barat, saat ini berada di bawah kendali milisi Tentara Arakan, yang menangkap nelayan Bangladesh segera setelah mereka melewati garis nol.
Penjaga Pantai menyatakan bahwa proses hukum sedang berlangsung terhadap para tahanan. Sementara itu, para pemilik kapal pukat harimau melaporkan bahwa antara tanggal 5 dan 28 Agustus, Tentara Arakan telah menculik sekitar 63 nelayan dan menyita 10 kapal pukat harimau.
Baca Juga: Houthi Yaman Umumkan Terbunuhnya PM Al-Rahwi karena Serangan Zionis
Menurut statistik resmi, sejak Desember 2024, total 267 nelayan Bangladesh telah diculik di Sungai Naf dan Teluk Benggala, 189 di antaranya telah kembali.
Pada bulan Agustus saja, milisi Buddha Arakan menculik 12 nelayan Bangladesh dari Sungai Naf di perbatasan Bangladesh-Myanmar saat mereka kembali dari perjalanan memancing di Teluk Benggala, dan juga menangkap lima nelayan beserta perahunya di muara sungai.
Milisi Arakan yang beragama Buddha saat ini menguasai sebagian besar Negara Bagian Arakan, setelah melancarkan operasi militer pada November 2023 melawan junta Myanmar. Mereka telah merebut wilayah yang luas akibat konflik tersebut, yang juga berdampak parah kepada warga Rohingya, yang telah menghadapi kekerasan, pengungsian paksa, persekusi, dan wajib militer dari kedua belah pihak.
Hal itu terjadi setelah operasi “genosida” militer Myanmar sejak 2017, yang memaksa hampir satu juta warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh. []
Baca Juga: Ribuan Warga Maroko Demo Akhiri Genosida di Gaza
Mi’raj News Agency (MINA)