Bandung Barat, MINA – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperpanjang operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, selama sepekan ke depan.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, perpanjangan operasi SAR dilakukan setelah evaluasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung Barat, seiring penetapan status tanggap darurat bencana selama 14 hari oleh pemerintah daerah.
“Operasi SAR akan terus dilanjutkan selama masih ada harapan untuk menemukan korban. Kami mohon doa agar cuaca tetap bersahabat sehingga pencarian sisa korban dapat berjalan maksimal,” ujar Syafii, Jumat (30/1).
Pada hari ketujuh operasi SAR, tim gabungan berhasil menemukan lima bodypack di sejumlah lokasi pencarian, yakni worksite A1, A2, dan A3. Seluruh temuan tersebut telah diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Syafii menuturkan, hingga hari ketujuh total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 60 bodypack, sementara 20 bodypack lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Berdasarkan data Tim DVI Polda Jawa Barat, sebanyak 44 bodypack telah berhasil diidentifikasi, sedangkan sisanya masih dalam tahap identifikasi.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,3 miliar dari pos Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD untuk penanganan darurat bencana longsor tersebut.
Incident Commander (IC) Bencana Longsor Pasirlangu, Ade Zakir, mengatakan anggaran tersebut difokuskan untuk tiga klaster penanganan, yakni bidang kesehatan, sosial, dan kebencanaan.
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
“Status darurat bencana ditetapkan selama 14 hari dan anggaran telah kami siapkan untuk mendukung penanganan darurat. Evaluasi akan dilakukan setelah masa tanggap darurat berakhir,” kata Ade.
Diketahui, bencana longsor yang terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, mengakibatkan 80 orang meninggal dunia, puluhan rumah rusak, serta ratusan warga terpaksa mengungsi. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic