Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanggap Darurat Banjir Aceh Selatan Ditetapkan 14 Hari

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:31 WIB

13 Views ㅤ

Ilustrasi: banjir di Nagan Raya, Banda Aceh. (Foto: dok. Aceh Portal)

Aceh Selatan, MINA – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, menetapkan status tanggap darurat banjir selama 14 hari setelah luapan Sungai Lae Soeraya merendam permukiman warga di Kecamatan Trumon Tengah.

Sebanyak 112 warga dari dua desa terpaksa mengungsi untuk menghindari risiko banjir susulan.

Bupati Aceh Selatan Mirwan MS mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah meninjau sejumlah lokasi terdampak dan mempelajari laporan kejadian banjir.

Penetapan status tanggap darurat diharapkan mempercepat penanganan bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah daerah.

Baca Juga: Tiga Kabupaten Aceh Hadapi Ancaman Hujan Tinggi hingga 10 November

“Kami meninjau beberapa titik banjir di Kecamatan Trumon Tengah serta membaca semua laporan, sehingga kami tetapkan status tanggap darurat banjir,” kata Mirwan di Aceh Selatan, Sabtu (31/10).

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, banjir melanda Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya.

Ketinggian air berkisar 30 hingga 60 sentimeter sehingga warga memilih mengungsi ke Kompi Brimob dan rumah kerabat untuk menghindari kemungkinan kenaikan air.

Kepala Desa Lhok Raya Rasi Riadi menjelaskan, banjir dipicu robohnya tanggul Sungai Lae Soeraya yang menyebabkan air meluap dan menggenangi rumah penduduk.

Baca Juga: Banjir Aceh Meluas, Belasan Desa Terendam dan Warga Mengungsi

Ia berharap pemerintah daerah membangun kembali tanggul sepanjang 210 meter yang rusak akibat kejadian tersebut.

“Kami berharap Pemkab Aceh Selatan membangun kembali tanggul sepanjang 210 meter yang roboh. Tanggul roboh tersebut menyebabkan permukiman penduduk tergenang air dari Sungai Lae Soeraya,” kata Rasi.

Untuk membantu warga terdampak, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan pengungsian, antara lain beras, air mineral, minyak goreng, mi instan, pakaian anak-anak, selimut, makanan siap saji, serta perlengkapan ibadah. Pemerintah daerah juga menyiapkan dapur umum di tenda pengungsian.

Mirwan mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan curah hujan tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Naik Tipis, Senin 2 November 2026

Ia meminta warga tetap tenang, tidak melakukan pembelian kebutuhan pokok secara berlebihan, dan mengikuti arahan petugas untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Hujan Berpotensi Meluas di Sumatra, Warga Diminta Waspada

Rekomendasi untuk Anda