Berhala Ba’al Lockdown Kaum Nabi Ilyas AS dari Beriman

Renungan Zanjabil #61

Oleh: Prof. Madya Dr. Abdurrahman HaqqiFakultas Syariah dan Hukum Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam

 

SEORANG Nabi dan Rasul yang mempunyai garis keturunan kepada Nabi Harun AS adalah Nabi Ilyas AS yang hidup pada abad ke-9 sebelum Masehi. Baginda diutus kepada Bani Israil selepas Nabi Sulaiman AS.

Ada sebuah kota di pesisir laut di negara Lebanon, hari ini bernama kota Ba’labak. Kota yang dikenal sebagai kota para pelaut yang handal seketika dahulu.

Kehandalan perlautan mereka tidak membawa kepada bersyukur kepada Allah SWT dan menyembahnya. Malahan, mereka menyembah berhala yang antaranya sebagaimana disebut Al-Quran adalah berhala Ba’al yang merupakan sosok perempuan. Dari nama Ba’al itu pula kota itu diberi nama Ba’labak (Phonesia/Fenisia).

Al-Quran ada menyebutkan yang artinya, “Patutkah kamu menyembah berhala Ba’al, dan kamu meninggalkan (ibadat kepada) sebijak-bijak pencipta?” (Surah As-Saffat: 125)

Nabi Ilyas yang hidup di sekitar 910-850 SM merupakan keturunan keempat dari Nabi Harun AS. Baginda adalah putra Yasin bin Fanhash bin Aizar bin Harun yang meupakan keturunan Nabi Ya’qub, Nabi Ishaq dan Nabi Ibrahim, ‘Alaihumussalam Kaumnya adalah keturunan Bani Israil.

Ba’al telah me-lockdown Bani Israil daripada menyembah Allah yang Maha Esa sebagai agama nenek moyang mereka, ajaran Ibrahim dan juga yang ada dalam Kitab Taurat Musa AS.

Oleh itu Nabi Ilyas AS diutus Allah SWT untuk menyeru mereka kembali ke jalan yang lurus. Allah berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya Nabi Ilyas adalah dari Rasul-rasul (Kami) yang diutus.
(Ingatkanlah peristiwa) ketika ia berkata kepada kaumnya: ‘Hendaklah kamu mematuhi suruhan Allah dan menjauhi laranganNya. Patutkah kamu menyembah berhala Ba’al, dan kamu meninggalkan (ibadat kepada) sebijak-bijak pencipta?’ Yaitu Allah Tuhan kamu, dan Tuhan nenek moyang kamu yang telah lalu!” (Surah As-Saffat: 123-126)

Namun, ajakan dan dakwah Ilyas AS selama bertahun-tahun bertepuk sebelah tangan, mengalami kegagalan. Kaumnya justeru menolak dakwah baginda. Bahkan, mereka berencana membunuh Ilyas.

Bagaimana pun, rancangan busuk mereka tercium oleh Nabi Ilyas AS. Baginda pun segera meninggalkan kaumnya yang berada dalam kederhakaan berterusan. Dan menjadilah Nabi Ilyas AS sebagai salah seorang nabi yang masih hidup hingga hari ini menurut pendapat sesetengah ulama. “Salam sejahtera kepada Nabi Ilyas!” (Surah al-Saffat: 130)

Wallahu a’lam. Semoga bermanfa’at.

Bandar Seri Begawan, 19/05/2020. (A/AH/RS2/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)