300 Tahun Ashabul Kahfi ‘Lockdown’ Tidur

Renungan Zanjabil #64

Oleh: Prof. Madya Dr. Abdurrahman HaqqiFakultas Syariah dan Hukum Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam

Al-Quran Al-karim sebagai Kalamullah sangat teliti dan tepat dalam ungkapannya. Sebagai contoh ketika menyebut kisah Ashab al-Kahfi, Penghuni Gua yang ditidurkan Allah begitu lama. Dalam ayat 25 Surah al-Kahfi disebut 300 dan 309 tahun mereka tidur.

Maksud ayat: “Dan mereka telah tinggal tidur dalam gua mereka: Tiga ratus tahun dengan kiraan Ahli Kitab), dan sembilan lagi (dengan kiraan kamu)”.

Artinya, 300 tahun Masihi atau 309 tahun Arab sebelum bernama Hijrah. Mari kita kira, 300 x 365 = 109,500 hari dan 309 x 355 = 109,386. Ngam, walau beza 114 hari karena tidak dikira bulan, hari, jam dan menit.

Satu pelajaran yang boleh dipetik adalah bahwa doa ikhlas kita kepada Allah akan dikabulkan walaupun tidak segera dengan cara yang terbaik. Ashabul Kahfi berdoa maksudnya, “Wahai Tuhan kami! Kurniakanlah kami rahmat dari sisi-Mu, dan berilah kemudahan-kemudahan serta pimpinan kepada kami untuk keselamatan ugama kami,” (Surah al-Kahfi: 10) dan doa tersebut dikabulkan dengan cara ditidurkan Allah SWT selama 300 tahun.

Ashabul Kahfi adalah para pemuda yang lari untuk menyelamatkan keimanan mereka dari kaum mereka yang sudah terjerat oleh kesyirikan dan pengingkaran terhadap hari kebangkitan, supaya fitnah itu tidak menimpa mereka. Mereka mengungsi ke sebuah gua yang  berada di gunung.

Ketika memasuki gua tersebut, mereka berdoa kepada Allah memohon rahmat dan belas-kasih-Nya seperti disebut di atas.

Mereka dipelihara oleh Allah SWT dalam keadaan hidup dan tidur yang panjang. Pemeliharaan tersebut boleh kita lihat dari beberapa fakta yang ada dalam kisah.

Pertama, mata mereka tetap terbuka supaya tidak rusak, sehingga orang yang melihat, menyangka mereka terjaga padahal sedang tidur.

Kedua, Allah SWT memelihara tubuh mereka dengan membalik-balikannya. Kerena pada umumnya gesekan bumi boleh menghakis tubuh yang bersentuhan dengannya.

Ketiga, anjing yang menyertai pun tertidur seperti mereka pada waktu berjaga-jaga. Anjing tersebut mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua.

Keempat, mereka dijaga dengan perasaan takut yang Allah SWT tebarkan pada orang yang melihat mereka. Seandainya ada orang melihat mereka, nescaya hatinya akan berasa takut dan lari tunggang langgang.

Pemuda Ashabul Kahfi kena lockdown oleh Allah SWT selama 300 tahun dalam keadaan hidup dan tidur. Kejadian yang Nabi Muhammad SAW tidak akan tahu jika tidak ditanyakan oleh orang Musyrikin Mekkah atas nasihat Yahudi Madinah.

Orang Yahudi menasihati orang Musyrikin Mekkah untuk bertanyakan tiga perkara kepada Muhammad. Jika Muhammad boleh menjawab, maka dia adalah seorang nabi. Jika tidak, dia adalah pendusta dan orang Musyrikin Mekkah boleh melakukan apa saja ke atasnya.

Allah tidak membiarkan Rasul-Nya maka diturunkanlah Surah al-Kahfi yang di antara kandungannya adalah satu jawapan dari tiga pertanyaan tersebut yakni kisah pemuda yang tidur selama 300 tahun Masihi atau 309 tahun Arab.

Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat.

Bandar Seri Begawan, 22 Mei 2020. (A/AH/RS2/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)