SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biden dan McCarthy Bertemu, Belum Sepakat Naikkan Plafon Utang AS  

Ali Farkhan Tsani - Rabu, 24 Mei 2023 - 17:36 WIB

Rabu, 24 Mei 2023 - 17:36 WIB

5 Views ㅤ

Washington, MINA – Presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy bertemu membahas plafon utang di Gedung Putih, Senin (22/5),  tetapi belum ada kesepakatan yang tercapai untuk menaikkan plafon.

Belum adanya kesepakatan menaikkan plafon utang AS yang saat ini mencapai $31,4 triliun (lebih dari Rp460.000 trilun) per bulan Juni, dapat mengakibatkan AS gagal membayar utangnya.

Itu berarti pemerintah tidak dapat meminjam uang lagi atau membayar semua tagihannya. Seperti dilaporkan BBC, Selasa (23/5).

Plafon utang merupakan batas pengeluaran yang ditetapkan oleh Kongres yang menentukan berapa banyak uang yang dapat dipinjam pemerintah.

Baca Juga: Anis Matta Dorong Reformasi OKI, Indonesia Siap Jadi Oasis Perdamaian

Keaddan ini diprediksi akan mengancam untuk mendatangkan krisis pada ekonomi global, mempengaruhi harga dan tingkat hipotek di negara lain.

“Kami belum memiliki kesepakatan,” kata McCarthy.

“Tapi saya merasa diskusi itu produktif di bidang-bidang di mana kami memiliki perbedaan pendapat,” lanjutnya.

“Biden dan saya akan berbicara setiap hari sampai kami menyelesaikan ini,” katanya.

Baca Juga: Kerusuhan di Prancis Memburuk, 2.000 Orang Ditangkap dan 600 Aparat Terluka

Sebelumnya, dia menekankan, kesepakatan perlu dicapai pekan ini untuk memberikan waktu yang cukup bagi Kongres memenuhi tenggat waktu 1 Juni.

Dia memperkirakan akan memakan waktu sekitar 72 jam untuk perjanjian itu ditulis, dibaca, dan dipilih.

Menteri Keuangan Janet Yellen menyatakan, AS kemungkinan akan gagal membayar utangnya paling cepat 1 Juni, jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Dia menambahkan, kemungkinan gagal bayar pada awal Juni “sangat mungkin”.

Baca Juga: Jelang Pemilu Israel, Donald Trump Dukung Penuh Netanyahu

“Jika Kongres gagal menaikkan batas utang, itu akan menyebabkan kesulitan besar bagi pemerintah,” lanjut pernyataannya.

Biden dan McCarthy berada di bawah tekanan dari sayap kiri dan kanan partai masing-masing untuk mempertahankan garis kebijakannya masing-masing.

Dengan mayoritas kursi Demokrat (partai Biden) di Senat (51 kursi berbanding 49 kursi Republik), dan Republik yang lebih banyak menguasai DPR (222 kursi berbanding 213 kursi Demokrat), kesepakatan sejauh ini terbukti sulit dicapai. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wapres AS JD Vance: Jika Iran Kuasai Selat Hormuz, Harga BBM di Amerika Pasti Meroket

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Amerika
Amerika
Internasional
Palestina
Amerika