Istanbul, MINA – Necmettin Bilal Erdogan, Ketua Dewan Pembina Yayasan Penerbitan Sains Turki mengatakan setiap peristiwa yang terjadi di Palestina menyingkapkan wajah dunia modern yang sebenarnya dan memperlihatkan pilar-pilar sistemnya yang runtuh.
Bilal mengtakan dalam pidatonya di KTT Internasional Kelima Sekolah Menengah Atas Teladan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Sabtu (29/11) dengan tema “Keadilan untuk Palestina: Perlawanan terhadap Ketidakadilan”. Jaridah Al-Quds melaporkan.
“Kita semua menyaksikan bagaimana hukum digunakan sebagai alat, bagaimana mekanisme internasional beroperasi untuk melayani kepentingan penguasa, dan bagaimana nyawa manusia direduksi menjadi alat tawar-menawar,” ujarnya.
Ia mengemukakan, yang saat ini memikul beban nurani dunia adalah para pemuda muslim.
Baca Juga: Negara-negara Arab Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tentukan Nasib Sendiri
“Kekuatan paling berpengaruh di era ini bukanlah tank, tentara, atau alat perang, melainkan kaum muda yang mencari kebenaran, mampu menyuarakan pendapatnya, dan mampu membangkitkan satu sama lain,” lanjutnya.
Bilal Erdogan menegaskan, persoalan Palestina bukan lagi persoalan politik yang hanya menyangkut segelintir negara, tetapi telah menjadi ujian legitimasi moral dunia modern.
Ia menekankan bentuk dukungan terkuat yang dapat diberikan kepada Palestina saat ini adalah meningkatkan kapasitas ekonomi dan intelektual dunia Islam, karena kekuatan bukanlah pengganti keadilan, tetapi memfasilitasi tercapainya keadilan.
Pada Jumat, pertemuan puncak internasional kelima Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk sekolah menengah dimulai, dan akan berlanjut hingga Senin.
Baca Juga: Hezbollah Tegaskan akan Balas Serangan Israel Usai Kematian Komandan Senior
KTT tersebut diselenggarakan oleh Sekolah Beyoglu untuk para Imam dan Pendakwah di Istanbul dan Yayasan Beyoglu untuk Pendidikan dan Kebudayaan, bekerja sama dengan Forum Pemuda Kerja Sama Islam, dengan tujuan mengembangkan kemampuan intelektual kaum muda dan mempromosikan OKI sebagai organisasi internasional terkemuka di kalangan pemuda yang berpartisipasi dari 57 negara. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Banjir Bandang Hantam Asia Tenggara, Indonesia Paling Parah Terdampak
















Mina Indonesia
Mina Arabic