BKsPPI-UIKA Gelar Munas dan Seminar Kepahlawanan 

Bogor, MINA – Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan Seminar Kepahlawanan KH Sholeh Iskandar pada Senin-Selasa (23-24/1) di Bogor, Jawa Barat.

Seminar bertemakan, “Sinergi Tiga Pilar Kekuatan Umat (Pesantren, Masjid dan Kampus) dalam Koridor NKRI” itu digelar berkat kerja sama dengan Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Hadir Wakil Menteri Agama Dr Zainut Tauhid Sa’adi dan Ketua Umum Dewan Dakwah Adian Husaini.

Zainut Tauhid mengatakan, pihaknya kagum dengan jasa besar KH Sholeh Iskandar, Semua mengenal nama besar KH Sholeh Iskandar, nama yang diabadikan sebagai penanda sebuah jalan protokol di Kota Bogor.

“Tokoh yang wafat pada tahun 1992 itu adalah seorang ulama, seorang patriot yang menjadi Komandan Hizbullah, Pemimpin Sabilillah di Jawa Barat, tokoh pendidikan dan pemerhati kebangsaan yang berpandangan ke depan,” imbuhnya.

Ia menuturkan, pada 27 Desember 1949, KH Sholeh Iskandar menyelesaikan tugas tentaranya, setelah itu beliau mengabdi di masyarakat. Alhamdulillah karya beliau diantaranya berdirinya Pondok Pesantren Darul Falah, Universitas Ibn Khaldun, Pesantren Darul Muttaqin, Rumah Sakit Islam, BPRS Amanah Ummah dan BKsPPI.

“Jadi salah satu karya tulis beliau adalah Mutiara Berharga dalam sejarah perjuangan bangsa dan umat Islam. Gelar pahlawan nasional amat layak disandang KH Sholeh Iskandar. pihaknya apresiasi kepada BKsPPI selama ini menjadi wadah pemersatu pondok pesantren di Indonesia,” kata Zainut.

“Saya mengapresiasi atas peran dan kontribusinya membangun kerjasama antar pesanten. Organisasi ini juga telah meningkatkan sinergi antara kampus, masjid dan pesantren,” ujarnya.

“Kementerian Agama berkomitmen untuk memfasilitasi berbagai program untuk pengembangan dunia pesantren. Karena kita terus memberdayakan pesantren sebagai pilar pendidikan nasional yang mampu mewarnai wajah Indonesia ke depan,” kata Zainut.

“Selamat kepada BKsPPI atas Munas dan dapat mengambil pelajaran dari keteladanan KH Sholeh Iskandar. “Semoga Allah meridhoi perjuangan kita semua, dan dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim Munas dinyatakan dibuka,” ujar Zainut.

Ketua Umum BKsPPI, Prof Dr KH Didin Hafidhuddin mengatakan, ada empat tujuan Munas tersebut. “Pertama, menguatkan semangat ukhuwah Islamiyah dan kerjasama di antara pesantren, kerjasama tentang berbagai hal yang konkret,” ujar Kiai Didin.

Kedua, kata Kiai Didin, yaitu menguatkan sinergitas tiga pilar yaitu antara pesantren dengan masjid dan kampus.

Ketiga, mengkaji dan membahas secara konprehensif tantangan-tantangan dan problematika pesantren dan mencari solusinya secara berjamaah. Kemudian yang keempat, menyampaikan usulan-usulan dan program BKsPPI untuk masa yang akan datang.

Kiai Didin mengungkapkan, bahwa BKsPPI didirikan sejumlah ulama besar terdahulu, diantaranya oleh KH Sholeh Iskandar, KH Abdullah bin Nuh, KH Hasan Basri, KH Abdullah Syafii, KH Noor Ali, KH Khoer Affandi, Abdul Halim dan ulama lainnya.

Munas BKsPPI dan Seminar Kepahlawanan KH Sholeh Iskandar dihadiri pimpinan pondok pesantren dan ormas Islam dari berbagai wilayah di Indonesia. (R/R4/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)