Buka Mukernas Ke-3, Wapres RI Dorong Perkhidmatan MUI Harus Selalu Ditingkatkan

Jakarta, MINA – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), KH Ma’ruf Amin dalam pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-3, mendorong perkhidmatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) senantiasa harus selalu ditingkatkan.

Dalam kesempatan tersebut, Jumat 1/12,  Wapres RI menyebutkan perkhidmatan ini meliputi kepada tiga aspek yaitu umat, bangsa, dan kemanusiaan. Seluruh aspek perlu diperhatikan oleh MUI secara serius.

“Terkait dengan umat, khidmah MUI hadir dalam menjaga persatuan dan kesatuan umat. Belakangan persatuan umat sudah mulai terasa terganggu tapi perlu dicatat bukan berarti menyeragamkan, perbedaan harus tetap ada dan kita rawat,” kata Kiai Ma’ruf, di Hotel Mercure Ancol, Jakarta.

Pada Mukernas MUI yang mengusung tema “Meningkatkan Khidmat MUI, untuk Kemanusiaan, Kebangsaan, Keadilan, dan Kesejahteraan” tersebut, Wapres menegaskan perbedaan harus ditoleransi. Sedangkan penyimpangan harus diamputasi. Sebab keduanya berbeda dan harus disikapi dengan langkah yang berbeda pula.

Dalam konteks keumatan, Kiai Ma’ruf juga mendorong harus adanya pemberdayaan ekonomi umat. Dia menyoroti pentingnya eksistensi ekonomi syariah dalam pembangunan ekonomi umat Islam.

“Pengembangan ekonomi syariah sejalan lurus dengan pengukuhan ekonomi umat kita. Dalam beberapa forum nasional maupun internasional saya selalu menawarkan agar ekonomi syariah semakin masif perkembangannya,” ujar dia.

Menurutnya, setiap Muslim harus memahami bahwa wilayah halal adalah perkara global, bukan sebatas internal umat Islam semata. Sebab, Allah menyerukan dalam Al-Quran tentang mengkonsumsi makanan yang halal adalah bagi manusia secara general, tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang beriman saja.

“Jadi wajar apabila kehalalan menjadi isu global. Karena makanan halal adalah good food bagi manusia. Begitu pula makanan yang dikonsumsi terdapat konsekuensi sendiri dari sisi kesehatan bagi manusia,” imbuhnya.

Adapun khidmah MUI kepada bangsa dan negara adalah melalui penjagaan terhadap keutuhan dan persatuan. Umat membutuhkan tuntunan agar terhindar dari perpecahan, keterbelahan, saling bermusuhan, dan saling membenci.

Lebih lanjut, menjelang Pemilu 2024 yang rawan terjadi perpecahan dalam umat, Wapres meminta MUI netral, tidak condong ke kanan atau ke kiri.

“Dengan mengucap Bismillah, dengan ini saya nyatakan Musyawarah Kerja Nasional ke-3 MUI dibuka,” ujarnya. (R/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)