Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bulan Rajab Datang, Sebentar Lagi Ramadhan

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 21 Desember 2025 - 07:59 WIB

Ahad, 21 Desember 2025 - 07:59 WIB

53 Views ㅤ

Ilustrasi

BULAN Jumadil Akhir telah selesai, dan saat ini kita memasuki bulan Rajab. Bulan berikutnya adalah bulan Sya’ban, kemudian bulan suci Ramadhan, bulan yang paling dinanti umat Islam karena penuh keberkahan dan ampunan.

Sebelum tiba di bulan suci Ramadhan, ada satu bulan yang juga istimewa dan patut kita perhatikan yaitu bulan Rajab.

Bulan Rajab, seperti bulan Muharram, termasuk bulan-bulan haram. Dalam istilah Islam, bulan “haram” di sini bukan berarti bulan dilarang berbuat baik, melainkan bulan yang dimuliakan.

Bulan Haram terdiri dari Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah disebut “haram” bukan artinya “dilarang,” tapi artinya “mulia, suci, terhormat, dan diagungkan.”

Baca Juga: Pejuang Media: Jihad dengan Suara dan Tulisan di Era Kompetisi Global

Dikatakan “Bulan Haram” karena pada bulan-bulan tersebut Allah melipatgandakan pahala amal saleh dan dosa, serta melarang peperangan dan perbuatan keji pada bulan-bulan ini.

Asal Kata “haram” (hurum) dalam bahasa Arab juga berarti “mulia, terhormat, suci, atau yang diagungkan”, seperti pada “Masjidil Haram” (Masjid yang mulia, terhormat, suci, diagungkan).

Karena itu, perbuatan aniaya, pertumpahan darah, dan peperangan sangat dilarang pada bulan Rajab ini. Sementara amal saleh, doa, dan ibadah dianjurkan untuk ditingkatkan.

Tentang keutamaan bulan Rajab ini, disebutkan di dalam Al-Quran:

Baca Juga: Konser Andrea Bocelli antara HAM dan Pembelaan terhadap Palestina

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (Q.S. At-Taubah [9]: 36).

Para mufassir menjelaskan bahwa empat bulan yang dimaksud pada ayat tersebut adalah bulan Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram.

Penjelasan itu berdasarkan hadits yang menyebutkan:

Baca Juga: Harapan Perdamaian untuk Arab Saudi dan Houthi

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Artinya: “Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban”. (H.R. Bukhari dan Muslim).

Bulan-bulan tersebut dinamakan bulan-bulan haram untuk memperkuat haramnya dan kesuciannya berperang pada bulan-bulan itu. Maka, pada bulan-bulan tersebut, janganlah seseorang menganiaya diri sediri dengan mengerjakan perbuatan yang dilarang atau melakukan maksiat pada bulan-bulan itu, karena dosanya lebih besar. Termasuk menganiaya diri adalah melanggar kehormatan bulan itu dengan mengadakan peperangan.

Bulan Rajab ini sekaligus memberikan kita kesempatan untuk menyiapkan diri secara spiritual menjelang Ramadhan.

Baca Juga: Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama, Arah Sujud yang  Mengikat Hati Orang Beriman

Karenanya, dengan kehadiran bulan Rajab ini saatnya kita membersihkan hati, memperbanyak istighfar dan ibadah, dan mempersiapkan diri secara spiritual. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Rajab bukan hanya bulan haram, tapi juga bulan penuh rahmat dan peluang untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Dengan memanfaatkan Rajab sebaik mungkin, kita akan memasuki Ramadhan dengan hati yang bersih dan amal yang matang, sehingga setiap ibadah di bulan suci itu menjadi lebih bermakna. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Menyongsong Bulan Solidaritas Palestina

Rekomendasi untuk Anda