JUMAT ini kita memasuki awal tahun 1448 Hijriyah. Untuk itu, Khutbah Jumat edisi kali ini berjudul “Muharram, Lembaran Baru untuk Meningkatkan Kualitas Ibadah” yang ditulis oleh Ali Farkhan Tsani, Duta Al-Quds Internasional yang juga Wartawan Kantor Berita MINA (Minanews).
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْأَشْهُرَ الْحُرُمَ مَوَاسِمَ لِلرَّاحَاتِ وَالْعِبَادَاتِ، وَخَصَّ مُحَرَّمًا مِنْهَا بِفَضَائِلَ وَبَرَكَاتٍ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ بَيَّنَ لِلنَّاسِ مَنَاسِكَ الْإِيْمَانِ وَأَقْوَالَ الْخَيْرِ وَالْأَحْسَانِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah,
Baca Juga: Khutbah Jumat: Merajut Ishlah Mewujudkan Ukhuwah Islamiyah
Alhamdulillah, segala puji bagi Zat yang waktu dan musim bergulir dalam genggaman kuasa-Nya. Hari ini kita dipertemukan kembali dengan Sayyidul Ayyam, induk segala hari, Jumat yang penuh berkah. Lebih istmewa lagi karena ini Adalah Jumat perdana di awal Tahun Baru Islam Muharram 1448 Hijriyah.
Shalawat teriring salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang telah mengantarkan manusia dari alam jahiliyah ke alam yang penuh hidayah, dari masa permusuhan menuju persaudaraan, dari era perpecahan menuju persatuan dan kesatuan.
Selanjunya, Marilah kita tingkatkan rasa syukur dengan istiqamah dalam takwa. Melaksanakan perintah Allah, menghidupkan sunnah Rasul, menjauhi larangan-Nya. Karena takwa adalah bekal paling utama untuk perjalanan panjang menuju keabadian.
Allah berfirman:
Baca Juga: Khutbah Jumat: Menolong Agama Allah
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah sekali-kali kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 102).
Dan dalam ayat lain:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا – يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
Baca Juga: Khutbah Jumat: Rizki Terbaik Berkah di Dunia, Bekal di Akhirat
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu.” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 70-71).
Takwa bukan sekadar semboyan kata-kata. Ia adalah akumulasi segala kebaikan. Ia adalah perisai dari segala kejahatan. Dengan takwa, pintu pertolongan Allah terbuka lebar.
Hadirin sidang Jumah rahimakumullah,
Waktu terus bergulir, tiada henti. Detik demi detik, jam demi jam, hari demi hari. Kita semua adalah pelari dalam medan kehidupan.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Menjaga Komitmen Baiat dan Perjanjian
Hari ini, kita berada di awal bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah. Ia adalah pintu gerbang tahun baru Islam. Lembaran baru yang bersih terbentang di hadapan kita. Belum ada coretan dosa, belum ada noda kelalaian. Kita diberi kesempatan untuk memulai dari awal, dengan semangat baru, tekad baru, dan target baru.
Maka, jangan biarkan tahun baru ini berlalu begitu saja, tanpa perubahan berarti dalam diri kita.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
Baca Juga: Khutbah Jumat: Risalah Kemanusiaan dari Bumi Palestina
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (Q.S. At-Taubah [9]: 36).
Empat bulan yang dimuliakan itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Dan bulan Muharram adalah salah satunya. Bahkan ia disebut sebagai “Syahrullah” (bulan Allah), sebuah gelar yang tidak diberikan kepada bulan-bulan lainnya.
Imam Al-Baghawi dalam kitab Ma’alimut Tanzil menjelaskan, “Amal saleh lebih besar pahalanya pada bulan-bulan haram. Sedangkan perbuatan zalim pada bulan tersebut juga lebih besar dosanya daripada bulan-bulan lainnya.”
Baca Juga: Khutbah Jumat: Kehidupan Dunia Tempat Menanam Kebaikan
Inilah momentum emas. Jika kita mengerjakan kebaikan di bulan ini, pahalanya berlipat ganda. Dan jika kita terjerumus dalam dosa, dosanya pun berlipat. Na’udzubillah.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan satu prinsip yang sangat sederhana namun dalam:
مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ، وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُونٌ، وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُونٌ
Baca Juga: Khutbah Jumat: Islam Menjaga Perdamaian
“Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia celaka.” (HR Al-Hakim).
Marilah kita renungkan sejenal. Apakah hari ini shalat kita lebih khusyuk dari kemarin? Apakah sedekah kita lebih banyak? Apakah amanah yang kita pikul lebih terjaga?
Muharram adalah waktu terbaik untuk mengukur, mengevaluasi, dan melangkah lebih baik lagi. Jangan puas dengan hari yang biasa saja. Karena dalam ajaran Islam, stagnasi adalah kerugian.
Saudara-saudaraku seiman,
Baca Juga: Khutbah Jumat: Mentadaburi Surat Al-Isra dalam Pembebasan Al-Aqsa
Tahun baru bukan hanya tentang mengganti angka di kalender. Ia adalah panggilan untuk meningkatkan kualitas. Mulai dari kualitas ibadah, kualitas karya kerja, kualitas tanggung jawab, dan kualitas kepedulian dengan sesama.
Kualitas Ibadah. Marilah kita perbaiki shalat kita. Tambah rakaat sunnah. Perlama dalam shalat dengan menghatai makna bacaannya. Perbanyak dzikir kepada Allah dan shalawat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Marilah kita jadikan ibadah bukan sekadar rutinitas, tetapi kebutuhan jiwa. Shalat bukan sekadar Gerakan, tapi dialog dan kedekatan dengan Allah, Sang Pencipta alam dan seisinya.
“Perbaiki shalatmu, Allah akan perbaiki kehidupanmu,” begitu nasihat orang shalih.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Melestarikan Alam Menyelamatkan Kehidupan
Kualitas Karya. Marilah kita bekerja, beramal shalih, dengan lebih baik, lebih profesional, lebih jujur. Karena pekerjaan yang baik adalah ibadah yang tak terlihat.
Kualitas Kepedulian. Marilah juga kita tingkatkan perhatian kita kepada saudara-saudara kita di Palestina. Mereka haus, mereka lapar, mereka kehilangan tempat tinggal. Mereka butuh doa kita, butuh bantuan kita, butuh solidaritas kita.
Kualitas Persatuan. Marilah jangan biarkan perpecahan merusak umat Islam.
Allah mengingatkan kita dalam firman-Nya:
Baca Juga: Khutbah Jumat: Jangan Pernah Berhenti Menyuarakan Al-Aqsa
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
“Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali Allah, seraya berjamaah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (Q.S. Ali ‘Imran [3]: 103).
Persatuan adalah kekuatan. Dengan persatuan, umat Islam akan kembali berjaya.
Kita pun harus selalu ingat bahwa Islam tidak datang untuk merusak, tetapi untuk menyayangi. Sebagaimana firman-Nya:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (Q.S. Al-Anbiya [21]: 107).
Karena itu, kehadiran Muharram mengingatkan kita bahwa kita adalah umat pembawa rahmat. Bukan umat yang menebar kebencian. Bukan umat yang merusak kemanusiaan. Rahmat kita harus dirasakan oleh semua, tanpa memandang agama, suku, atau bangsa.
Hadirin yang semoga diampuni Allah,
Demikianlah, Tahun baru Islam adalah awal yang baru. Jangan tunda kebaikan. Jangan katakan besok. Karena besok mungkin tidak akan datang untuk kita.
Mari kita jadikan Muharram sebagai titik balik. Berhijrah dari kemaksiatan ke ketaatan, dari kelalaian ke kepedulian, dari perpecahan ke persatuan.
Semoga Allah menerima amal kita, mengampuni dosa kita, dan menjadikan kita hamba-hamba yang selalu meningkatkan kualitas diri di setiap waktu. Aamin Yaa Robbal ‘Aalamiin.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ وَتَزَوَّدُوا لِيَوْمِ الْمِعَادِ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Marilah kita akhiri khutbah ini dengan memperbanyak doa. Mohonlah kepada Allah agar kita diberikan kekuatan untuk menjalani tahun baru ini dengan lebih baik. Mohonlah perlindungan dari segala keburukan dan kelalaian.
Dan kita doakan terusm saudara-saudara kita di Palestina. Doakan agar mereka diberikan kesabaran, kekuatan, dan kemenangan. Doakan agar Masjid Al-Aqsa segera terbebas dari penjajahan, dan Kembali ke pangkuan kaum Muslimin.
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا فِي فِلَسْطِيْنَ، اللَّهُمَّ حَرِّرْ بَيْتَ الْمَقْدِسِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic