Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demokrat AS Kritik Strategi Keamanan Trump, Lebih Utamakan Bisnis daripada Keamanan Negara

Widi Kusnadi Editor : ali farkhan tsani - Senin, 8 Desember 2025 - 14:19 WIB

Senin, 8 Desember 2025 - 14:19 WIB

4 Views ㅤ

Senator AS Mark Kelly. (Gambar: X)

Washington, MINA — Sejumlah tokoh Partai Demokrat di Amerika Serikat melontarkan kritik keras terhadap strategi keamanan nasional terbaru yang dikeluarkan Presiden Donald J. Trump. Anadolu melaporkan, Senin (8/12).

Mereka menilai dokumen tersebut menggeser prioritas keamanan negara menjadi agenda yang sarat kepentingan bisnis dan hubungan pribadi, sehingga berpotensi melemahkan posisi global AS di tengah meningkatnya ketegangan internasional.

Dalam pernyataannya di platform X, Senator Mark Kelly dari Arizona menyebut bahwa strategi keamanan nasional terbaru menempatkan bisnis keluarga dan rekan-rekan dekat Trump — termasuk hubungan dengan Rusia dan Tiongkok — di atas komitmen AS terhadap sekutu.

Senator lain dari Partai Demokrat, Chris Van Hollen dari Maryland, mengecam kebijakan tersebut sebagai bentuk pengabaian terhadap nilai demokrasi dan hak asasi manusia. Menurut Van Hollen, dengan strategi ini AS justru merangkul pemimpin otoriter dan meninggalkan nilai kemitraan tradisional dengan sekutu.

Baca Juga: Serangan Rudal Hantam Bandara King Fahd Arab Saudi, 1 Tewas dan 8 Luka-luka

Sementara itu, anggota Kongres Jason Crow dari Colorado memberi peringatan bahwa jika strategi itu diterapkan, maka posisi AS di kancah global bisa makin rapuh dan keamanan nasional bisa terancam. Ia menegaskan akan menolak kebijakan yang membuat Amerika menjadi “lebih kecil dan lebih lemah.”

Senator Jeanne Shaheen dari Komite Hubungan Luar Negeri Senat menilai strategi ini penuh kontradiksi. Ia menyatakan warga Amerika berhak mendapat kepemimpinan yang memperkuat aliansi seperti NATO, menahan agresi Rusia di Ukraina, bersaing serius melawan Tiongkok — serta menstabilkan kawasan melalui diplomasi, hukum dan pembangunan — bukan melalui kebijakan yang dianggap mengasingkan sekutu dan melemahkan posisi AS.

Di tengah kritik dari Partai Demokrat, strategi keamanan nasional versi Trump sendiri menekankan ekspansi militer AS di Belahan Bumi Barat, penyeimbangan kembali perdagangan global, dan penguatan kontrol perbatasan — kebijakan yang dianggap oleh para kritikus sebagai upaya menomorsatukan keuntungan ekonomi atas tanggung jawab global.

Dokumen strategi keamanan nasional baru ini, setebal 33 halaman, merupakan peta jalan kebijakan luar negeri dan keamanan dalam negeri AS di era pemerintahan Trump.

Baca Juga: Deplu AS Tepis Isu Evakuasi Massal di Teluk, Hanya Berlaku di Arab Saudi

Namun banyak pihak terutama dari Partai Demokrat melihatnya sebagai pergeseran signifikan dari tradisi kebijakan AS sebelumnya yang menekankan kemitraan dengan sekutu, demokrasi, dan hak asasi manusia. Di tengah ketegangan global dan dinamika baru geopolitik, strategi ini memicu kekhawatiran bahwa AS akan mengambil pendekatan lebih transaksional dan berpihak pada kepentingan ekonomi domestik. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Ruba Ghazal Kibarkan Keffiyeh Palestina di Parlemen Kanada

Rekomendasi untuk Anda