Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doa Mohon Sehat Wal Afiat, Kunci Ibadah dan Karya yang Optimal

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 18 Juni 2026 - 20:41 WIB

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:41 WIB

93 Views ㅤ

Ilustrasi: Berdoa. (Gambar: Dreamina)

KESEHATAN adalah nikmat yang seringkali baru terasa nilainya ketika ia menghilang. Ada ungkapan yang sangat gamblang menggambarkan betapa mahalnya Kesehatan, “Saat sehat, manusia maunya apa saja. Saat sakit, yang diinginkan hanya satu, yaitu sehat.”

Pepatah ini mengandung kebenaran mendasar yang dirasakan setiap insan. Betapa banyak aktivitas, ibadah, dan karya terhambat hanya karena tubuh yang tidak prima.

Dalam Islam, sehat dan sakit adalah bagian dari sunnatullah. Namun, Islam tidak mengajarkan umatnya untuk pasrah tanpa usaha. Sebaliknya, kita diperintahkan untuk menjaga nikmat kesehatan dengan sebaik-baiknya dan memohon perlindungan-Nya agar senantiasa diberikan kondisi yang optimal untuk beribadah. Salah satu cara yang diajarkan adalah melalui doa yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan.

Salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk memohon kesehatan adalah doa yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dari Abdurrahman bin Abi Bakrah. Beliau mendengar ayahnya, Abu Bakrah, membaca doa ini setiap pagi dan petang, dan mengatakan bahwa beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membacanya, sehingga beliau pun ingin mengikuti sunnah tersebut.

Baca Juga: Sesama Muslim Bersaudara: Merawat Ukhuwah, Membela yang Tertindas

Bacaan doanya adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَدَنِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى سَمْعِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَصَرِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

Allaahumma ‘aafinii fii badanii, allaahumma ‘aafinii fii sam’ii, allaahumma ‘aafinii fii bashorii laa ilaaha illaa anta.

Artinya: “Ya Allah, sehatkanlah badanku, Ya Allah sehatkanlah pendengaranku, Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku. Tiada Tuhan selain Engkau”.

Baca Juga: Bersyukur Tak Bertapi, Bersabar Tak Bertepi

Dalam riwayat lain, doa ini dibaca sebanyak tiga kali di waktu pagi dan tiga kali di waktu petang . Hal ini menunjukkan kesungguhan dan kontinuitas seorang hamba dalam memohon perlindungan kepada Allah.

Memaknai “Sehat” dan “Afiat”

Seringkali kita mengucapkan “sehat wal afiat” tanpa sepenuhnya merenungi maknanya.

Secara bahasa, “afiat” (al-‘afiyah) memiliki dimensi makna yang jauh lebih luas daripada sekadar sehat secara fisik.

Baca Juga: Membaca Ulang Resolusi Jihad dan Makna Hari Santri Nasional

Ulama menjelaskan bahwa “afiat” adalah perlindungan Allah bagi hamba-Nya dari berbagai macam penyakit, bencana, dan fitnah . Cakupannya pun sangat luas, meliputi keselamatan di dunia dan akhirat, keselamatan dalam agama, keluarga, dan harta benda.

Dengan demikian, “sehat” secara fisik adalah salah satu bagian dari “afiat”. Sedangkan “afiat” yang lebih utama adalah ketika kesehatan fisik dan keselamatan itu digunakan untuk hal-hal yang diridhai Allah, sehingga bernilai ibadah dan menjadi bekal menuju kebahagiaan akhirat.

Inilah mengapa dalam doa di atas, setelah memohon kesehatan jasmani, indera pendengaran dan penglihatan disebutkan secara khusus, karena keduanya adalah pintu masuk ilmu dan keimanan yang sangat vital dalam menjalankan perintah Allah.

Antara Doa dan Ikhtiar

Baca Juga: Alhamdulillah di Ufuk Pagi: Mensyukuri Terbukanya Mata

Memohon kesehatan dengan doa bukan berarti meninggalkan ikhtiar atau usaha. Islam adalah agama yang mengajarkan keseimbangan antara tawakal dan ikhtiar. Dalam masalah kesehatan, ikhtiar ini diwujudkan dengan:

  1. Berobat:Jika sakit, wajib bagi seorang muslim untuk berobat. Ini adalah bentuk ikhtiar dan keyakinan bahwa setiap penyakit ada obatnya.
  2. Berolahraga:Menjaga kebugaran jasmani melalui aktivitas fisik yang teratur.
  3. Menjaga Pola Makan:Mengonsumsi makanan yang halal dan baik (thayyib), serta menjaga porsi dan keseimbangan nutrisi.
  4. Pola Tidur yang Cukup:Istirahat yang cukup adalah kunci pemulihan dan regenerasi sel-sel tubuh.
  5. Pola Hidup Sehat:Menghindari hal-hal yang merusak kesehatan, seperti merokok, minuman keras, suka begadang malam, dan perilaku negatif lainnya.

Sehat wal afiat adalah karunia tak ternilai. Kita tidak pernah tahu kapan nikmat ini akan berubah. Oleh karena itu, selain berusaha menjaganya, kita harus terus memohon kepada Allah dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Semoga dengan tubuh yang sehat dan ‘afiat, kita dapat beribadah dengan khusyuk, berkarya dengan produktif, dan menggapai ridha-Nya di dunia dan akhirat. Aamiin. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pentingnya Tabayun dan Relevansinya di Era Digital

Rekomendasi untuk Anda