Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehat Itu Sederhana: 5 Kebiasaan Pagi dari Ibnu Sina yang Sering Dilupakan

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:20 WIB

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:20 WIB

35 Views ㅤ

Ilustrasi: Jalan pagi menyehatkan. (Gulfnet)

IBNU SINA, Bapak Kedokteran Modern, telah mengajarkan kita filosofi kesehatan yang sederhana namun dalam, yaitu 5 filosofi Ibnu Sina tetang kebiasaan pagi yang berpengaruh bagi kesehatan. Lima langkah ini jika diabaikan akan menggerogoti Kesehatan tubuh perlahan, tanpa kita sadari.

  1. Bangunlah dengan tenang, bukan dengan Terburu-buru

Alarm berbunyi nyaring. Mata terbuka. Jantung berdetak cepat. Tubuh kaget. Ini bukan cara sehat untuk memulai hari.

Bangunlah dengan tenang. Bukan dengan terburu-buru. Bukan dengan gegap gempita. Bukan dengan kecemasan akan apa yang harus dikerjakan.

Yang pertama kali kita lakukan setelah bangun tidur sangat memengaruhi kualitas hari kita. Jika kita langsung meraih ponsel dan membaca berita buruk, atau melihat unggahan yang memicu emosi, maka tubuh kita akan meresponsnya. Kadar kortisol, hormon stress, melonjak. Sistem imun kita terganggu. Hari pun dimulai dengan energi yang sudah terkuras.

Baca Juga: Kasus Influenza di Indonesia Meningkat, Ini Subtipe Dominan dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Ibnu Sina mengajarkan bahwa bangun dengan tenang, mengucap syukur, dan membaca doa adalah terapi pertama bagi jiwa dan raga. Ketenangan pagi adalah fondasi kesehatan sepanjang hari.

Cobalah. Saat bangun, tahan tangan Anda. Jangan sentuh ponsel dulu. Diamlah sejenak. Ucapkan syukur. Doakan hari ini. Rasakan perbedaan pada tubuh dan pikiran Anda.

  1. Bergeraklah sesuai kemampuan, bukan berlebihan

Setelah bangun, jangan langsung duduk berlama-lama menatap layar. Tubuh kita butuh bergerak.

Cukup 10-15 menit. Jalan kaki di sekitar rumah. Peregangan ringan. Gerakan sederhana yang membuat darah mengalir lancar, meningkatkan sensitivitas insulin, dan membuat sel-sel tubuh kita aktif kembali.

Baca Juga: Dinkes Jabar Catat 65 Kasus Flu Babi Terdeteksi di Bandung, Warga Diminta Waspada

Orang yang membiasakan duduk di pagi hari, dengan ponsel di tangan, menonton video, atau sekadar melamun, kehilangan momentum emas metabolisme tubuh. Pagi adalah waktu di mana tubuh sedang menata ulang metabolisme, dan kita membantunya dengan bergerak, bukan membiarkannya kaku.

Jangan berlebihan. Cukup. Bergerak bukan berarti harus olahraga berat. Cukup gerakan ringan yang membuat tubuh hangat dan napas terasa hidup.

Kesehatan bukan tentang ekstrem. Kesehatan adalah konsistensi dalam kesederhanaan.

  1. Hiruplah udara pagi dan dapatkan cahaya matahari pagi

Ada sesuatu yang istimewa di udara pagi. Segar. Bersih. Mengandung oksigen yang lebih tinggi. Saat kita menghirupnya dalam-dalam, paru-paru kita dilatih, oksigen tersebar ke seluruh tubuh, dan kualitas hidup kita meningkat.

Baca Juga: Rasil dan Komunitas Terapis Al-Fatah Kembali Gelar Baksos Thibbun Nabawi

Dan cahaya matahari pagi? Bukan sekadar kehangatan. Paparan sinar matahari pagi mengatur ritme sirkadian tubuh, jam biologis alami yang mengatur siklus tidur dan bangun. Ia juga merangsang produksi vitamin D, yang sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh.

Beberapa menit saja. Cukup untuk membuat perbedaan besar. Keluar. Berdiri di bawah sinar matahari pagi. Hirup udara. Rasakan kehidupan yang sesungguhnya.

Inilah salah satu filosofi Ibnu Sina yang paling sederhana namun paling sering diabaikan oleh manusia modern yang terkurung di dalam ruangan.

  1. Bersihkan tubuh dari luar dan dari dalam

Ibnu Sina mengajarkan bahwa pagi adalah waktu untuk membersihkan. Dua dimensi kebersihan:

Baca Juga: Pakai Masker: Menjaga Amanah Tubuh Titipan Allah

Dari luar: mandi. Air mengalir membersihkan tubuh dari kotoran fisik yang menempel. Juga menyegarkan sel-sel kulit, mengaktifkan peredaran darah, dan membuat kita merasa segar untuk memulai hari.

Dari dalam: minum air putih. Sepanjang malam, tubuh tidak mendapatkan cairan. Ginjal kita bekerja tanpa henti. Setelah bangun, tubuh sangat membutuhkan hidrasi. Air putih membantu fungsi ginjal, membersihkan racun dalam tubuh, dan menyiapkan sistem pencernaan.

Jangan lupa juga membersihkan pikiran. Bangun dengan harapan, bukan dengan kecemasan. Dengan doa, bukan dengan keluhan. Dengan syukur, bukan dengan kekhawatiran. Bersih dari dalam, dan bersih dari luar, adalah sumbu kesehatan yang menyala sepanjang hari.

  1. Sarapan cukup, bukan banyak

Ini mungkin yang paling sering salah dimengerti. Banyak orang mengira sehat itu harus makan banyak di pagi hari. Padahal Ibnu Sina mengajarkan: sarapan secukupnya, bukan sebanyaknya.

Baca Juga: Qailulah Tidur Siang Singkat Sunnah Rasulullah yang Kini Ditiru NASA

Banyak penyakit berakar dari pola makan yang tidak terkendali. Tubuh tidak perlu makan banyak, tapi perlu makan yang cukup. Cukup protein, cukup serat, cukup vitamin.

Makan dengan tenang. Jangan terburu-buru. Nikmati makanan. Kunyah dengan baik. Rasakan. Syukuri. Kualitas makanan lebih penting daripada kuantitasnya.

Kebanyakan orang sakit bukan karena kekurangan makanan, tetapi karena kelebihan makanan yang tidak diperlukan tubuh.

Ingin sehat tapi stres dengan bacaan yang tidak baik. Ingin umur panjang tapi membiarkan tubuh dengan pola yang tidak sehat. Kesehatan bukan datang tiba-tiba. Ia adalah akumulasi dari kebiasaan kecil yang kita lakukan setiap hari. Dan pagi adalah waktu yang paling menentukan.

Baca Juga: Tren Morning Routine Sunnah Rasululllah Di Pagi Hari Yang Baru Terungkap

Tubuh Sehat, Hidup Bermakna

Itulah 5 filosofi Ibnu Sina tetang kebiasaan pagi yang berpengaruh bagi Kesehatan. Allah menitipkan tubuh kepada kita sebagai amanah yang luar biasa. Tubuh ini mampu menjaga dirinya sendiri, jika kita mau mendengarkan dengan berbagai kebiasaan yang baik dan tidak mengkhianatinya dengan kebiasaan buruk.

Tubuh yang sehat lebih bermakna. Kita bisa beribadah dengan khusyuk. Bisa berkarya dengan maksimal. Bisa memberi manfaat kepada sesama dengan lebih banyak.

Kesehatan adalah harmoni antara tubuh, akal, emosi, dan lingkungan. Ketika salah satu terganggu, karena pola hidup yang buruk, pola makan yang sembarangan, atau pola tidur yang tidak teratur, maka harmoni itu rusak. Dan kerusakan itu, jika dibiarkan terus-menerus, akan menjadi penyakit.

Baca Juga: Kesehatan adalah Keseimbangan Fisik, Mental dan Spiritual, Resep Ibnu Sina

Ibnu Sina sudah mengajarkan kita semua ini ribuan tahun lalu. Hanya saja kita terlalu sibuk mendengarkan alarm ponsel daripada mendengarkan tubuh kita sendiri.

Mulailah besok pagi. Bangunlah dengan tenang. Bergeraklah secukupnya. Hiruplah udara pagi. Bersihkan diri. Sarapanlah dengan cukup. Dan saksikan bagaimana perubahan kecil mengubah hidup Anda. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Manfaat Kesehatan di Balik Olahraga yang Dianjurkan Rasulullah

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Internasional
Dunia Islam