Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ferry Irawan pada KUII: Ekonomi Syariah Berpeluang Jadi Pengerak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:12 WIB

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:12 WIB

54 Views ㅤ

Dr Ferry Irawan, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (Foto: MINA/Sidik)

Jakarta, MINA – Ekonomi syariah berpeluang besar menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Potensi tersebut perlu terus didorong melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk umat Islam.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr Ferry Irawan, dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/7).

Ferry Irawan menjelaskan bahwa di tengah kinerja ekonomi nasional yang tetap positif, industri keuangan syariah juga menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Ia menyebut pangsa pasar perbankan syariah telah mencapai sekitar 7,3 persen, sementara sektor keuangan syariah non-bank berada di kisaran 5 persen.

“Pertumbuhan ekonomi secara nasional ini juga diikuti dengan kontribusi yang cukup signifikan, cukup penting dan terus tumbuh dari industri keuangan syariah,” ujarnya.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Meskipun menunjukkan pertumbuhan positif, Ferry mengungkapkan bahwa masih terdapat ruang yang sangat besar untuk meningkatkan kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan publikasi State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024–2025, Indonesia saat ini berada di peringkat keempat ekonomi syariah dunia, di bawah Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

“Ini mungkin yang sama-sama perlu kita cermati bagaimana di Kongres Umat Islam 2026 ini kita bisa terus mendorong ekonomi syariah kita di Indonesia agar terus meningkat. Pemerintah sendiri menargetkan peningkatan peringkat hingga akhir 2029,” lanjutnya.

Ferry menilai posisi Indonesia saat ini belum mencerminkan besarnya potensi sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Beberapa subsektor telah menunjukkan daya saing yang baik, seperti: modest fashion, media dan rekreasi halal dan industri makanan halal.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Sektor keuangan syariah masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperkuat, imbuhnya.

Ferry memaparkan sejumlah langkah yang tengah dilakukan pemerintah untuk memperkuat ekonomi syariah nasional, yaitu berupa diversifikasi instrumen pembiayaan syariah, penguatan kelembagaan, dan sinergi dengan umat Islam.

Ferry optimistis bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin ekonomi syariah dunia jika seluruh potensi dapat dikembangkan secara optimal melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan umat Islam. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

 

Rekomendasi untuk Anda