Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Ofer Israel

Arina Islami Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 3 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:24 WIB

49 Views ㅤ

Tahanan Palestina yang baru saja keluar dari penjara Israel (foto: X)

Ramallah, MINA – Seorang dokter Palestina, dr. Mazen Rantisi mengungkapkan kesaksian mengenai penyiksaan, perlakuan tidak manusiawi, dan pengabaian medis yang dialaminya selama ditahan di Penjara Ofer milik Zionis Israel.

Kantor Media Tahanan Palestina (Asra Media Office/AMO) dalam pernyataannya pada Ahad (2/8) menyebutkan, kesaksian tersebut disampaikan Mazen kepada pengacaranya, Saja Mashareqa, setelah melakukan kunjungan hukum ke Penjara Ofer.

Menurut AMO, Mazen mengaku tidak diberikan akses terhadap obat-obatan yang dibutuhkannya selama berada di Penjara Ofer. Mengutip Palinfo.

Otoritas penjara Zionis Israel juga menolak permintaannya untuk diperiksa dokter.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Pemeriksaan kesehatan yang diterimanya hanya sebatas pengecekan denyut nadi dari balik pintu sel.

Selain mengalami pengabaian medis di Penjara Ofer, Mazen mengatakan berat badannya menurun drastis akibat makanan yang sangat sedikit, berkualitas buruk, dan tidak layak dikonsumsi.

Ia juga mengaku menjadi sasaran hukuman dan tindakan represif yang dilakukan hampir setiap hari oleh petugas penjara.

dr. Mazen Rantisi menjelaskan, setiap kali keluar dari sel, tentara Zionis Israel memaksanya berjalan dalam keadaan membungkuk dengan tangan diborgol sambil melontarkan kata-kata penghinaan.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Para tahanan juga dipaksa berlutut sebanyak empat kali setiap hari saat pelaksanaan apel dan inspeksi.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kondisi Penjara Ofer yang mengalami kelebihan kapasitas.

Sebanyak 10 tahanan ditempatkan dalam sel yang hanya dirancang untuk enam tempat tidur.

Menurut kesaksiannya, aparat Zionis Israel juga kerap menggerebek sel tahanan, memukuli para tahanan, serta menembakkan gas air mata ke dalam blok penjara.

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Mazen menambahkan, sel-sel di Penjara Ofer dipenuhi serangga dan jamur tanpa tersedia peralatan kebersihan. Para tahanan tidak diizinkan mengganti pakaian sejak ditangkap serta dilarang memiliki buku maupun alat tulis.

Berbagai organisasi hak asasi manusia sebelumnya telah berulang kali memperingatkan adanya dugaan penyiksaan, perlakuan kejam, dan pengabaian medis terhadap tahanan Palestina di penjara-penjara Zionis Israel.

Mereka mendesak dilakukannya penyelidikan independen serta perlindungan terhadap hak-hak para tahanan sesuai hukum humaniter internasional. (T/RS2/P2)

dr. Mazen Rantisi ditangkap pasukan Zionis Israel dalam penggerebekan di kediamannya di kawasan Al-Tira, Ramallah, pada 21 Juni 2026.

Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza

Mengutip The Guardian, hingga laporan ini diterbitkan, tidak ada informasi resmi mengenai dakwaan terhadapnya maupun pembebasannya.

Kesaksian yang disampaikan melalui pengacaranya menunjukkan bahwa ia masih ditahan di Penjara Ofer dan terus menghadapi perlakuan buruk serta pengabaian medis.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Oposisi Israel Sebut Butuh Waktu Bertahun-tahun untuk Tarik Pasukan dari Gaza

Rekomendasi untuk Anda