Dr. Abdul Malik : Peran Media Islam Memperbaiki dan Menyebarkan Kebaikan

Negeri Sembilan, Malaysia, MINA – Dosen Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) Dr. Ahmed Abdul Malik mengatakan, Media Islam merupakan sarana dakwah yang memiliki peran untuk melakukan perbaikan dan menyebarkan kebaikan.

“Semua orang yang bekerja di bidang dakwah adalah da’i, media merupakan sarana dakwah untuk menyebarkan kebaikan dan memperbaiki apa-apa yang rusak. Media Islam harus bersifat jujur dan benar,” ujarnya saat diwawancara MINA secara virtual pada Ahad (20/9).

Menurutnya pendapatnya mengenai media Islamini  merupakan hasil riset dan pemikirannya yang tertuang dalam bukunya tentang Peran dan Tanggungjawab Media Islam yang baru saja mendapatkan apresiasi dari USIM sebagai Buku IImiah Terbaik.

Menurutnya, media Islam di dunia saat ini ada dua jenis.

Pertama adalah media Islam yang berpolitik. Jenis media ini tidak bebas melaksanakan tugas sebagaimana mestinya karena kemaslahatan  atau peraturan-peraturan di luar kehendaknya. Ini adalah “unindependent islamic media“, karena itu tidak mampu berperan efektif.

Kedua adalah media Islam yang tidak berpolitik, yang mungkin terlihat tidak terlalu kuat karena jaringannya terbatas, fasilitasnya terbatas, dananya pun terbatas, tapi kelebihannya adalah kebebasan untuk berperan efektif sebagai media Iislam sebagaimana mestinya. Bebas melaksanakan amar maruf dan nahi anil munkar. Jenis media ini adalah “independent islamic media”, masyarakat pun menggantungkan harapan kepada jenis media ini, karena memang mampu berperan efektif sebagai media Islam sebagaimana mestinya.

Dr. Ahmed Abdul Malik merupakan Dosen Universiti Sains Islam Malaysia yang berasal dari Nigeria. Ia sebelumnya menempuh pendidikan pascasarjana dan doktor di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta saat ini).

Selain bukunya yang baru saja mendapatkan anugerah buku ilmiah terbaik tahun ini, sebelumnya tahun 2017, ia juga mendapat penghargaan sebagai the best lecturer. (L/R7/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)