Dubes RI Moskow Jajaki Kerjasama Ekonomi di Republik Dagestan

Kota Derbent, MINA – Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi melakukan kunjungan ke Kota Derbent, Republik Dagestan dengan tujuan utama menjajaki pengembangan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi.

Dubes Wahid menilai, produk makanan halal dan fashion sangat berpotensi masuk ke pasar Dagestan yang merupakan pusat pusat perdagangan di daerah Kaukusia. Selain itu daerah ini memiliki potensi pariwisata yang tinggi, terutama bagi penggemar wisata religi dan sejarah.

Menurut keterangan tertulis KBRI Moskow yang dikutip MINA pada Senin (1/4), kunjungan Dubes Wahid ke kota Derbent adalah bagian dari rangkaian kunjungan kerja pada tanggal 24-27 Maret 2019.

Pada saat kedatangan di bandara Makhachkala, Dubes disambut langsung oleh Wakil Pertama Ketua Pemerintah Republik Dagestan, Gadjimagomed Huseynov dan beberapa pejabat lain.

Dubes Wahid dan rombongan menuju Kota Derbent yang berjarak sekitar 170 kilometer dari Makhachkala, ibu kota Republik Dagestan, yang merupakan salah satu kota tertua di Rusia yang berusia lebih dari 2.000 tahun.

Republik Dagestan dengan populasi sekitar 3 juta jiwa yang 95 persen penduduknya beragama Islam memiliki bagian pesisir di Laut Kaspia dan berbatasan dengan Georgia serta Azerbaijan dan berseberangan dengan Kazakhstan.

Dagestan menjadi lebih dikenal dunia sejak salah satu warganya, Khabib Abdulmanapovich Nurmagomedov, menjadi juara dunia ajang petarung profesional UFC (The Ultimate Fighting Championship). Ia adalah seorang muslim pertama dan warga Rusia pertama yang berhasil menjadi seorang juara dunia di ajang tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, terjadi sebuah momen langka saat Dubes Wahid ditunjuk menjadi imam bagi beberapa pejabat tinggi Republik Dagestan di sangat mengunjungi Masjid tertua di Rusia, Masjid Juma yang dibangun pada tahun 734.

“Ini merupakan sebuah penghormatan dan penghargaan yang tinggi kepada Indonesia, ketika saya diminta menjadi imam sholat oleh para pejabat setempat di masjid tertua di Rusia ini,” kata Dubes Wahid.

Masjid yang bernuansa Persia tersebut merupakan bangunan bersejarah yang menjadi saksi penyebaran agama Islam di Rusia dan kawasan sekitar. Kaum muslimin di Republik Dagestan memiliki kesamaan mazhab dengan di Indonesia.

Bahkan menurut Dubes Wahid, Islam telah lebih dahulu masuk ke Rusia ratusan tahun lebih awal ketimbang masuknya Islam ke Indonesia. Saat ini, Rusia adalah negara di Eropa dengan jumlah populasi muslim terbesar yang mencapai sekitar 25 juta orang.

Sementara itu, Imam Masjid Juma kota Derbent, Rizvan Gabibov, dengan penuh suka cita menyambut Dubes RI karena ini merupakan kunjungan Duta Besar Indonesia yang pertama kalinya dilakukan selama hampir 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Rusia.

“Kami sangat senang dan menghargai sekali perhatian yang diberikan saudara-saudara dari Indonesia yang kami kenal sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim,” ungkap Imam Gabibov. (R/Sj/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)