Indonesia-RumaniaTingkatkan Kerja Sama di Berbagai Bidang

Foto: Kemlu RI

Jakarta, MINA – Indonesia dan Rumania sepakat untuk lebih meningkatkan kerja sama kedua negara, antara lain di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pemberantaan terorisme, penanggulangan Covid-19, dan saling dukung di forum internasional.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan High Level Talk antara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia dengan Kemlu Rumania yang berlangsung secara virtual pada Kamis (1/4).

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Mahendra Siregar memimpin Delegasi Indonesia didampingi Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Ngurah Swajaya. Hadir juga Muhammad Amhar Azeth, Duta Besar Indonesia untuk Rumania merangkap Moldova.

Delegasi Rumania dipimpin oleh Cornel Feruta, State Secretary for Global and Diplomatic Strategies didampingi Dan Adrian Malanescu, Duta Besar Rumania untuk Indonesia merangkap Timor Leste dan ASEAN.

Mahendra menyampaikan, pertemuan tersebut sangat penting untuk lebih meningkatkan hubungan kedua negara dan mengeksplorasi peluang kerja sama, serta mengatasi tantangan yang disebabkan oleh Covid-19.

“Kita identifikasi sektor-sektor prioritas kerja sama, seperti industri, teknologi digital, komunikasi, transportasi, termasuk kerja sama sektor pelabuhan,” katanya.

Wamenlu mencatat adanya hambatan dagang dari Uni Eropa terhadap produk minyak sawit dan meminta dukungan Rumania untuk mengatasi hambatan tersebut, karena Rumania merupakan salah satu anggota Uni Eropa.

Ia mengatakan, minyak sawit Indonesia sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hambatan ini juga berdampak pada produk minyak kelapa, yang merupakan salah satu produk utama Indonesia dan sejumlah negara ASEAN lainnya.

Sementara itu, State Secretary Cornel Feruta menyampaikan ucapan rasa simpati kepada Indonesia atas terjadinya aksi teror di Makassar beberapa waktu lalu dan mendukung Indonesia dalam menanggulangi terorisme.

Feruta menambahkan besarnya peluang kerja sama kedua negara, seperti bidang perdagangan. Rumania dapat menjadi pintu masuk produk Indonesia ke Uni Eropa, dan sebaliknya, Indonesia dapat menjadi pintu gerbang produk Rumania ke kawasan.

Dalam upaya peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan, kedua pihak mendorong kontak langsung antara pelaku bisnis kedua negara. Pertemuan Working Group on Trade, Industry and Investment (WGTII) antara Indonesia dan Rumania pada Oktober 2021 diharapkan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kerja sama kedua negara.

Sementara itu, pihak Indonesia mengundang Rumania untuk ikut serta pada pertemuan bisnis secara hybrid antara Indonesia dengan negara-negara Eropa Tengah dan Timur yang akan diselenggarakan pada pertengahan tahun 2021.

Selain upaya-upaya peningkatan kerja sama bilateral, dalam pertemuan dibicarakan juga isu-isu regional dan global, seperti kerja sama Indonesia-Uni Eropa dan ASEAN-Uni Eropa.

Kedua pihak menyinggung juga situasi yang terjadi di Myanmar dan mendorong terselenggaranya dialog antar pihak untuk terciptanya perdamaian dan stabilitas di Myanmar.

Indonesia dan Rumania telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950. Kedua negara memiliki potensi kerja sama yang besar untuk dikembangkan, seperti di bidang perdagangan.

Di tengah pandemi Covid-19, pada tahun 2020 nilai perdagangan Indonesia dengan Rumania sebesar USD 153,4 juta, naik 0,8 persen dari tahun 2019 sebesar USD 152,2 juta. Neraca perdagangan kedua negara tahun 2020 menunjukan surplus bagi Indonesia sebesar USD 64,5 juta. Ekspor Indonesia ke Rumania sebesar USD 108,9 juta yang keseluruhannya adalah ekspor non-migas.

Indonesia menjadi salah satu tujuan wisata warga Rumania. Pada tahun 2019 wisatawan Rumania ke Indonesia sebanyak 18.650 orang, naik 32,3 persen dari tahun 2018 sebanyak 14.092 orang.

Pada tahun 2020 kunjungan wisatawan asing, termasuk dari Rumania ke Indonesia terdampak pandemi Covid-19. Pada pertengahan tahun 2021 Indonesia sedang mempertimbangkan pembukaan kembali Bali sebagai tujuan wisatawan asing dengan menerapkan protokol kesehatan dan diharapkan warga Rumania dapat kembali berwisata ke Indonesia. (R/RE1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)