Enam Buah Dalam Al-Quran dan Manfaatnya (Bagian.2)

Oleh: Hasanatun Aliyah Wartawan Kantor Berita MINA

  1. Buah Tin

Buah tin atau ara hanya disebut sekali di dalam Al-Quran, yaitu di Surah At-Tin. Buah ini juga masih dikatogorikan langka di Indonesia, meskipun pohonnya tumbuh namun tidak banyak yang menanamnya. Untuk bisa menikmati buah ini, kita harus pesan lebih dahulu melalui online, selain itu buah ini juga dijual hanya di swalayan atau toko tertentu.

Buah tin disebut dalam Al-Quran surat At-Tin yang berbunyi sebagi berikut;

وَٱلتِّينِ وَٱلزَّيۡتُونِ (١)

“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun.” (Q.S  At-Tin: 1)

Namun beberapa ahli tafsir berpendapat kalau tin yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah buah tin, karena disebutkan dalam satu kalimat dengan zaitun. Namun ada juga yang meyakini kalau yang dimaksud adalah Bukit Tin dan Bukit Zaitun di mana Nabi Ibrahim AS. dan Nabi Isa AS. menerima wahyu.

Terkait ini, Abu Darda radhiallahu’anhu juga meriwayatkan sabda Nabi bahwa:

“Sekiranya kukatakan ada buah-buahan yang turun dari surga maka itulah buah tin. Karena, buah-buahan surga itu tanpa biji. Makanlah ia, karena ia dapat menghentikan wasir dan bermanfaat menyembuhkan encok.“ (Dituturkan oleh Ibnu Qayyim dalam Zaadul Ma’aad)”

Terlepas dari kontroversi penafsirannya, buah tin merupakan bahan makanan yang kaya gizi. Buah tin rendah kalori, tinggi serat, dan tidak mengandung lemak, sehingga baik untuk mereka yang sedang menjaga berat badan.

Dilansir Healthline, sebuah studi di tahun 2005 membuktikan bahwa tin memiliki antioksidan super. Buah ini mengandung vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin K, kalium, magnesium, tembaga, dan zat besi.

Buah tin baik untuk penderita diabetes, karena dapat menyeimbangkan kandungan asam lemak dan vitamin E di dalam darah. Buah ini bermanfaat dalam membantu pengobatan penyakit kulit seperti eczema, vitiligo, dan psoriasis.

Sehubungan dengan berbagai khasiat buah tin/ara ini, Dr. Oliver Alabaster, Pengarah Institut Pencegahan Penyakit di George Washington University Medical Centre menyatakan bahwa jika seseorang menkonsumsi buah ara/tin, sebenarnya telah mendapatkan makanan yang menjamin kesehatan dirinya dalam jangka panjang.

Kandungan buah tin di antaranya ada omega 3, omega 6, dan kalium yang fungsiya adalah untuk menjaga agar terhindar dari serangan penyakit jantung koroner dan tekanan darah tinggi. Buah tin juga mengandung coumarin yang berfungsi sebagai penangkal serangan penyakit kanker prostat.

Selain itu, buah tin kaya akan kalsium yang dapat meningkatkan kepadatan tulang dan menjaga agar tulang tetap sehat dan tidak keropos (osteoporosis). Kandungan trytophan juga terdapat di dalam buah tin yang manfaatnya adalah sebagai penurun kadar kolesterol dalam darah. Buah tin juga kaya akan serat, dan hal ini tentu sangat baik bagi yang sedang dalam program diet untuk menurunkan berat badan.

  1. Buah Delima

Bersama-sama dengan zaitun, anggur dan kurma, delima juga disebutkan dalam ayat Al-Quran. Buah delima ditemukan tumbuh menyebar di seluruh dunia, dari China hingga California, Amerika Serikat. Tidak hanya itu, sesungguhnya Al-Quran menyebut buah ini sebagai salah satu buah yang akan ditemukan di surga. Beberapa ulama mengatakan buah delima disebut sebanyak tiga kali dalam Al-Quran, salah satunya dalam surat Ar-Rahman yang berbunyi;

فِيہِمَا فَـٰكِهَةٌ۬ وَنَخۡلٌ۬ وَرُمَّانٌ۬ (٦٨)

“Di dalam keduanya (surga) juga ada buah-buahan dan pohon kurma dan delima,” (QS. al Rahman ayat 68).

Buah delima berwarna kemerahan, bagian dalamnya terdiri atas banyak daging buah yang berupa kantong-kantong yang membungkus biji. Daging buahnya mempunyai rasa manis keasaman dan menyegarkan. Dalam perspektif ilmu pengetahuan, delima berasal dari kawasan yang sekarang menjadi Negara Iran. Pada masa Nabi Musa tumbuhan ini dipercaya sudah mulai dibudidayakan.

Penelitian University of California, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa buah tersebut memiliki efek ekstrogenik. Artinya, kandungan delima dinilai bisa menangkal gangguan-gangguan menopause serta mencegah timbulnya sel-sel kanker pada organ reproduksi.

Dalam ilmu kedokteran Timur, delima sudah lama dipakai untuk menyembuhkan sakit cacingan atau penawar racun. Khasiatnya untuk membersihkan sistem pencernaan sudah diketahui dan diterapkan oleh tabib-tabib tradisional Cina.

Sari buah delima juga tinggi kandungan flavonoidnya, suatu jenis antioksidan kuat yang penting perannya untuk mencegah berkembangnya radikal bebas di dalam tubuh sekaligus memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, serta mampu dalam memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung, kanker kulit, dan kangker prostat. Antioksidan yang terkandung didalamnya membantu mencegah penyumbatan pada pembuluh darah arteri oleh kolesterol.

Bahkan kandungan antioksidan dalam buah delima jumlahnya tiga kali lebih banyak daripada wine atau teh hijau. Peneliti dari Vanderbilt University Medical Center menemukan bahwa orang yang meminum jus 3 kali atau lebih dalam seminggu, dapat menurunkan risiko terkena alzheimer hingga 76% dibandingkan orang yang tidak minum jus sama sekali.

  1. Buah Pisang

Pisang, buah tropis yang banyak terdapat di Indonesia ini memang terbilang murah. Namun jangan salah, meski murah dan mudah didapat, pisang kaya manfaat. Selain buah kurma, anggur, zaitun, delima dan tin, buah pisang juga disebut Allah dalam kitab Al-Quran surat Al-Waqiah ayat 29 diumpamakan sebagai buah surga.

وَأَصۡحَـٰبُ ٱلۡيَمِينِ مَآ أَصۡحَـٰبُ ٱلۡيَمِينِ (٢٧) فِى سِدۡرٍ۬ مَّخۡضُودٍ۬ (٢٨) وَطَلۡحٍ۬ مَّنضُودٍ۬ (٢٩)

“Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. (27) Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, (28) dan pohon pisang yang bersusun-susun [buahnya],” (Q.S. Al-Waqiah: 27-29) 

Ayat 29 tersebut menjadi pendapat mayoritas Ulama dari kalangan Shahabat dan Tabi’in adalah bahwa yang dimaksud dengan الطلح adalah pisang. Dan ini adalah yang disebutkan oleh para ahli Tafsir seperti ath-Thabari, ar-Razi, al-Qurtubi, Ibnu Katsir dan asy-Syaukani rahimahumullah.

Pisang adalah pohon jenis Terna (pohon dengan batang yang lunak dan tidak berkayu, buah dalam bentuk sisir-sisir dan dalam buahnya tidak terdapat biji).

Sebagai karunia yang Allah turunkan di muka bumi. Pisang, buah yang sangat bergizi, terdiri atas air (75%), protein (1.3%) dan lemak (0.6%). Tiap buah pisang juga mengandung karbohidrat dan potassium dalam jumlah cukup. Di samping itu, pisang juga dapat menyembuhkan banyak penyakit, seperti demam, gangguan sistem kerja pencernaan, kejang-kejang, dan terkilir. Tingginya jumlah potassium yang dikandungnya (0.24%) memfasilitasi pembuangan ampas dari tubuh.

Menurut Prof. Ayse Baysal dalam karyanya yang berjudul ‘Beslenme (Nourishment)’ bahwa buah Pisang dapat menurunkan tekanan darah dan digunakan untuk penyembuhan beragam alergi. Potassium berfungsi bersama sodium, meningkatkan pertumbuhan sel dan otot, dan mengatur ekuilibrium air dan detak jantung. Setiap perubahan pada keseimbangan sodium-potassium dapat mandatangkan ketidakteraturan pada sistem kerja saraf dan otot. Itu sebabnya, orang harus menjaga ekuilibrium potassium tubuh. Di samping itu, kekurangan potassium dapat berakibat pada edema (penumpukan air berlebihan di suatu organ tubuh) dan menurunkan jumlah sirkulasi gula di dalam darah, maka keseimbangan ini perlu tetap dijaga.

Dengan kandungan nutrisi yang ada pada buah antara lain: vitamin A (beta karoten), vitamin C, vitamin E, asam folat, magnesium, zinc, dan kalium, buah juga dapat membantu dan meningkatkan kesehatan. Manfaat buah-buahan memiliki kadar gula dan lemak yang rendah, serta menjadi sumber serat yang baik. Konsumsi buah setiap hari adalah langkah tepat dalam menunjang gaya hidup yang sehat.

Bahkan buah sering kali menjadi makanan tambahan yang harus dikonsumsi bagi orang sakit,  setiap dokter karena khasiat dan manfaatnya memang sudah tidak diragukan lagi, dengan kandungan gizi yang bernutrisi penting seperti fitonutrien dan antioksidan.

Fitonutrien adalah zat kimia yang diproduksi oleh tumbuh-tumbuhan. Tanaman menggunakannya agar tetap sehat. Misalnya, agar terlindungi dari radiasi sinar UV ataupun serangga. Ini juga yang memberikan warna pada setiap buah dan sayuran.

Menurut pakar gizi, dr. Grace Judio Kahl, kandungan fitonutrien pada sayur dan buahlah yang bertanggung jawab untuk memberi warna, aroma bahkan rasa pada buah dan sayuran. Masing-masing warna memiliki kandungan zat gizi yang berbeda.

“Jika kita mengonsumsi makanan yang kaya akan zat fitonutrien, seperti sayur dan buah dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko penyakit degeneratif seperti jantung koroner atau hipertensi,” kata Grace, dalam acara Jakarta Food Editors Club.(A/R10/P2)

MI’raj News Agency (MINA)