Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fungsi Suami Istri Seperti Pakaian

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 9 Juli 2026 - 09:08 WIB

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:08 WIB

36 Views ㅤ

Ilustrasi: Rumah Tangga Sakinah. (Ilmualam)

DALAM kehidupan berumah tangga, Allah memberikan sebuah perumpamaan yang sangat indah dan penuh makna melalui firman-Nya dalam Surat Al-Baqarah ayat 187:

“هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ”

Artinya: “Mereka (istri-istrimu) adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.”

Ayat ini bukan sekadar kiasan romantis, melainkan sebuah panduan hidup yang komprehensif tentang bagaimana seharusnya relasi antara suami dan istri.

Jika kita telaah lebih dalam, fungsi pakaian dalam keseharian kita memiliki setidaknya lima makna utama yang sangat relevan dengan tujuan pernikahan dalam Islam.

Baca Juga: Rizky Ridho Selebrasi dengan Sujud Syukur, Ini Maknanya dalam Islam

  1. Pakaian Sebagai Penutup Aurat

Fungsi paling mendasar dari pakaian adalah menutup aurat. Dalam konteks pernikahan, ini bermakna bahwa suami dan istri harus saling menutupi kekurangan dan aib pasangannya.

Tidak ada manusia yang sempurna, pasti ada cela, kesalahan, atau kelemahan di masa lalu maupun masa kini.

Seorang suami yang baik adalah yang mampu menutupi aib istrinya dari pandangan orang lain, dan begitu pula sebaliknya.

Dalam rumah tangga, aib ini tidak boleh diumbar kepada orang tua, tetangga, atau media sosial. Rumah adalah benteng paling aman untuk menyimpan rahasia pasangan.

Baca Juga: 2 Oktober 1187: Ketika Panglima Shalahuddin Membebaskan Masjid Al-Aqsa

  1. Pakaian Sebagai Simbol Kehormatan

Manusia menggunakan pakaian untuk menunjukkan harga diri dan kehormatan. Orang yang berpakaian rapi dan sopan akan terlihat terhormat di mata masyarakat. Begitu pula dalam pernikahan, suami dan istri adalah “pakaian” satu sama lain, mereka adalah representasi diri pasangannya.

Ketika seorang suami berperilaku baik, maka istrinya akan merasa terhormat. Ketika seorang istri menjaga tutur kata dan penampilannya, maka suaminya akan merasa bangga.

Menjaga kehormatan berarti menjaga nama baik pasangan di hadapan manusia dan di hadapan Allah. Jangan sampai tindakan kita justru membuat pasangan merasa malu atau tercoreng nama baiknya.

  1. Pakaian Menandakan Kebaikan

Pakaian yang baik adalah pakaian yang bersih, rapi, dan indah dipandang. Dalam pernikahan, suami istri memiliki tanggung jawab untuk saling memperbaiki pasangannya. Istri yang sholehah akan membawa suaminya menuju kebaikan, dan suami yang bertakwa akan membimbing istrinya ke jalan yang diridhai Allah.

Baca Juga: Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup

Fungsi pakaian di sini adalah sebagai aksesoris kebaikan. Jika pasangan kita belum baik, tugas kita adalah mendidik dengan lembut, mengingatkan dengan hikmah, dan menjadi teladan yang baik.

Sebaliknya, jika pasangan kita sudah baik, kita harus menjadi perhiasan yang menambah nilai kebaikannya, bukan menjerumuskannya ke dalam keburukan.

  1. Pakaian sebagai Pelindung dari Panas & Dingin

Pakaian melindungi tubuh dari cuaca terik matahari dan dinginnya malam.

Dalam pernikahan, suami-istri saling melindungi dari kerasnya kehidupan. Saat pasangan sedang terpuruk (dingin), pasangannya menjadi penghangat. Saat pasangan sedang emosi atau marah (panas), pasangannya menjadi penyejuk dan penenang.

Baca Juga: Doa Menyambut Turunnya Hujan yang Membasahi Bumi

Makna lebih dalam, yakni pasangan adalah tameng dalam menghadapi cobaan dunia, baik masalah ekonomi, kesehatan, maupun ujian sosial.

  1. Pakaian yang Melekat Erat

Pakaian adalah benda yang paling dekat dengan kulit dan tubuh kita. Ia melekat, memeluk, dan menyelimuti pemakainya. Dari sini, Allah mengajarkan bahwa hubungan suami istri haruslah hubungan yang erat dan dekat.

Kedekatan ini tidak hanya secara fisik (tempat tidur dan tempat tinggal), tetapi lebih dalam lagi adalah kedekatan jiwa, visi, tujuan, dan perasaan. Ada istilah sakinah (ketenangan) dan mawaddah (cinta) wa rahmah (kasih sayang) yang harus menyelimuti keseharian.

Seperti pakaian yang memeluk tubuh, pasangan suami istri harus saling memeluk satu sama lain, baik dalam suka maupun duka. Saat salah satu sedang dingin (sedih atau lelah), pasangannya adalah selimut penghangat. Saat salah satu sedang kepanasan (emosi atau marah), pasangannya adalah pakaian yang meneduhkan.

Baca Juga: Ketika Bulan Sabit dan Venus Berdampingan di Ufuk Barat

Begitulah, ayat “Hunna libaasullakum wa antum libaasullahunna” bukanlah sekadar ayat untuk dibaca, melainkan untuk dihayati dan diamalkan dalam setiap kehidupan rumah tangga. Suami dan istri adalah pelindung, penutup aib, penjaga kehormatan, pembawa kebaikan, dan pelukan jiwa bagi satu sama lain.

Jika fungsi pakaian ini dijalankan dengan sebaik-baiknya, maka rumah tangga akan menjadi surga yang sesungguhnya di muka bumi. Karena sebaik-baik pakaian adalah yang memberikan rasa aman, nyaman, dan indah bagi pemakainya.

Semoga kita semua mampu menjadi “pakaian” yang terbaik bagi pasangan kita. Aamiin. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Membaca Sejarah Tiga Pembebasan Spektakuler: Resensi Buku Imam Yakhsyallah Mansur

 

Rekomendasi untuk Anda

Hikmah
Hikmah
Tausiyah
Tausiyah
Khadijah