Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Global Sumud Flotilla Kembali Luncurkan Lima Kapal dari Yunani ke Gaza

Hasanatun Aliyah Editor : Sri Astuti - Kamis, 14 Mei 2026 - 16:02 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:02 WIB

93 Views

Armada Global Sumud Flotilla 2025.(Foto: CSM)

Istanbul, MINA – Koalisi Global Sumud Flotilla mengumumkan pada Rabu (13/5) peluncuran lima kapal dari sebuah pulau di Yunani, sebagai bagian dari upaya internasional yang lebih luas untuk memecah blokade Israel di Jalur Gaza serta melawan impunitas yang memungkinkan terjadinya genosida, kelaparan, serta penghancuran sistematis terhadap rakyat Palestina.

Dalam sebuah pernyataan pers, koalisi tersebut menyatakan lima kapal bernama Adalah, Kyriakos X, Lina al-Nabulsi, Perseverance, dan Tinez Love Aqsa Bangladesh akan bergabung dengan sekitar 55 kapal tambahan yang membawa bendera Prancis, Italia, dan Polandia, yang berangkat dari Marmaris, Turkiye, dengan membawa muatan makanan dan obat-obatan.

Koalisi tersebut menegaskan Sumud Flotilla bukanlah organisasi bantuan kemanusiaan, melainkan gerakan aksi langsung yang menantang blokade laut yang kejam dan ilegal untuk mengisolasi, memenjarakan, dan menindas rakyat Palestina, sekaligus melawan kegagalan internasional dalam menghentikan kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina.

Koalisi mencatat sejak 2010, pihaknya telah mengorganisir puluhan misi maritim sebagai bentuk perlawanan langsung terhadap blokade Israel, melanjutkan warisan gaza-movement/">Free Gaza Movement yang pertama kali memecah blokade laut pada 2008.

Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera

Menurut koalisi tersebut, partisipasi internasional dalam inisiatif flotilla telah meningkat secara signifikan setelah pelayaran kapal Madeleine pada Juni 2025, yang mencerminkan meningkatnya oposisi masyarakat sipil global terhadap normalisasi pemerintah dengan blokade dan genosida.

Koalisi menyatakan fase misi saat ini terjadi setelah serangan Israel pada 29 April yang menargetkan 22 kapal sipil di lepas pantai barat Yunani, serta penculikan dan perlakuan buruk terhadap dua orang pengorganisir Global Sumud Flotilla.

Mereka menambahkan panitia sempat menangguhkan operasi pelayaran setelah serangan tersebut untuk menilai kondisi keamanan dan mengoordinasikan langkah-langkah selanjutnya, sambil menegaskan misi akan terus berlanjut meskipun serangan dan intimidasi meningkat.[]

 

Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda