New Jersey, MINA – Aktivis dan pendukung Palestina menggelar demonstrasi di Pelabuhan Elizabeth, New Jersey, Amerika Serikat untuk menentang ekspor dan pengiriman senjata ke Israel. Aksi tersebut merupakan bagian dari Hari Aksi Global yang digelar serentak di sejumlah pelabuhan dunia.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Al-Jazeera, Selasa (2/11), penyelenggara menyebutkan, aksi berlangsung di lebih dari 100 pelabuhan di sedikitnya 22 negara dengan melibatkan aktivis, pekerja pelabuhan, dan serikat pekerja. Mereka menyerukan penghentian pengiriman senjata yang digunakan dalam agresi militer Israel di Jalur Gaza.
Di Pelabuhan Elizabeth, para peserta menggelar konvoi kendaraan di area pelabuhan sambil mengibarkan bendera Palestina. Mereka juga mendesak penghentian transfer senjata ke Israel serta menyerukan boikot terhadap perusahaan pelayaran Israel, Zim.
Penyelenggara menyatakan, kampanye tersebut bertujuan meningkatkan tekanan internasional terhadap ekspor senjata ke Israel. Mereka juga menyoroti peran pelabuhan dan perusahaan pelayaran dalam rantai logistik pengiriman peralatan militer ke negara penjajah.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Pelabuhan Elizabeth merupakan bagian dari kompleks Port Newark Elizabeth Marine Terminal, salah satu pusat pelabuhan kontainer utama di Pantai Timur Amerika Serikat. Letaknya yang menjadi bagian dari jalur perdagangan internasional menjadikan pelabuhan tersebut sebagai salah satu titik yang disorot dalam kampanye penghentian pengiriman senjata.
Aksi terkoordinasi di berbagai negara itu mencerminkan upaya kelompok solidaritas Palestina untuk menekan rantai pasok senjata, tidak hanya melalui tuntutan kepada pemerintah, tetapi juga dengan menyasar perusahaan dan jalur distribusi yang terlibat dalam perdagangan tersebut.
Seruan boikot terhadap Zim juga berkaitan dengan kampanye gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS), yang selama ini mendorong tekanan ekonomi terhadap Israel melalui pemboikotan perusahaan yang dinilai terlibat dalam pendudukan Palestina.
Protes tersebut berlangsung di tengah berlanjutnya krisis kemanusiaan di Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, sebanyak 74.609 warga Palestina gugur dan 175.834 lainnya terluka sejak 7 Oktober 2023. Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 11 Oktober 2025, tercatat 1.580 warga Palestina gugur dan 5.711 lainnya terluka.[]
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic