Golongan Manusia yang Tidak Tersentuh Api Neraka

Oleh Zaenal Muttaqin, wartawan Kantor Berita MINA

Neraka adalah seburuk-buruknya tempat kembali. Saking buruknya neraka, bagi orang yang mengimani adanya hari akhirat pasti tidak ingin berada di dalamnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Furqan ayat 66:

إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا

“Sesungguhnya neraka itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.”

Panasnya api neraka tidak dapat dibandingkan dengan api yang sering kita temui di dunia. Perbandingan panas api neraka adalah 70 kali panas api di dunia. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

نَارُكم هذِه ما يُوقدُ بنُو آدمَ جُزْءٌ واحدٌ من سبعين جزءاً من نار جهنَّم

“Api yang dinyalakan oleh Ibnu Adam adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari panasnya api Jahanam.” (HR. Bukhari)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menjelaskan gambaran siksaan yang ada di neraka. Berbagai macam siksaan yang diberikan kepada penghuni neraka dari siksaan yang paling berat, hingga yang paling ringan.

Siksaan yang paling ringan untuk penghuni neraka ibarat memakai sandal yang keduanya disentuh api neraka, dapat mendidihkan otak. Abu Said Al-Khudri radhiyallahu anhu telah meriwayatkan suatu hadits, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

 إِنَّ أَدْنَى أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا يَنْتَعِلُ بِنَعْلَيْنِ مِنْ نَارٍ ، يَغْلِي دِمَاغُهُ مِنْ حَرَارَةِ نَعْلَيْهِ. رواه مسلم.

“Sungguh siksaan yang paling ringan bagi penduduk neraka adalah ia memakai sandal dari api yang dapat mendidihkan otaknya karena panasnya kedua sandalnya.” (HR. Muslim).

Dalam hadis lain Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam juga bersabda:

أَهْوَنُ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا أَبُو طَالِبٍ ، وَهُوَ مُنْتَعِلٌ بِنَعْلَيْنِ يَغْلِي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ. رواه مسلم.

“Penduduk neraka yang paling ringan siksanya adalah Abu Thalib. Ia memakai sandal yang keduanya dapat mendidihkan otaknya.” (HR. Muslim).

Betapa beratnya siksa di neraka, namun ternyata ada golongan manusia yang tidak akan tersentuh oleh api neraka. Menurut hadis Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassallam, ada empat golongan manusia yang haram disentuh oleh api neraka.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ:  قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ؟, قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ, قَالَ: ” كُلُّ هَيِّنٍ لَيِّنٍ قَرِيبٍ سَهْلٍ“

Dari Abdillah bin Mas’ud radhiyallahu anhu ia berkata, telah bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: “Maukah kamu aku tunjukkan orang yang diharamkan neraka baginya?” Para sahabat menjawab: “Tentu saja wahai Rasulallah!” Beliau shallallahu alaihi wasallam menjawab: “(Haram tersentuh api neraka orang yang) Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl.” (HR. At-Tirmidzi)

Hadits terebut menyebut ada empat golongan orang yang tidak akan disentuh api neraka, yaitu:

1. Hayyin

Hayyin adalah golongan pertama yang haram disentuh api neraka. Hayyin artinya sama dengan rendah hati. Orang yang memiliki sifat hayyin jiwanya teduh, tidak mudah mencaci dan melaknat orang lain. Meskipun ada orang yang menghinanya akan membalas dengan kebaikan.

Mereka tidak mudah marah, pembawaannya selalu sejuk, baik secara lahir maupun batin. Selain tidak mudah marah, orang Hayyin juga penuh pertimbangan.

Golongan Hayyin punya sifat tenang dan berwibawa, tidak mudah tersulut emosinya. Hal ini tentunya disebabkan oleh kedalaman ilmu agamanya.

Sifat lain dari Hayyin, di antaranya tidak grasa-grusu, tidak asal menyimpulkan berita yang sampai kepada dirinya, dan sulit untuk menerima berita buruk atau tidak mudah percaya fitnah.

Allah Subhanahuwata’ala berfirman:

وَعِبَا دُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَ رْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَا طَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَا لُوْا سَلٰمًا

“Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “salam,” (QS. Al-Furqan 25: Ayat 63)

Kelak, orang yang memiliki sifat seperti ini jasadnya tidak akan tersentuh oleh api neraka.

2. Layyin

Golongan kedua yang haram disentuh api neraka adalah golongan Layyin. Yaitu orang yang selalu menginginkan kebaikan antar sesama umat manusia. Orangnya lemah lembut dan penuh kasih sayang, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Selalu lembut dan santun baik dalam berbuat maupun dalam bertutur kata.

Manusia yang termasuk golongan Layyin pastinya tidak kasar dan tidak semaunya sendiri. Segalanya akan tertata dengan baik. Selain itu, ciri khas dari Layyin adalah tidak suka memaksakan pendapatnya sendiri ke orang lain.

Orang yang tidak memiliki sifat lemah lembut dan kasih sayang,  akan terhalang dari segala kebaikan, karena kebaikan tidak bisa dilakukan kecuali dengan kelembutan dan kasih sayang.

Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ يُحْرَمِ الرِّفْقَ يُحْرَمِ الْخَيْرَ

“Barangsiapa yang tidak memiliki sifat lembut, maka tidak akan mendapatkan kebaikan.” (HR. Muslim)

Sifat lemah lembut, baik ucapan maupun perbuatan termasuk amalan yang dapat menggugurkan dosa.

Abu Syuraih berkata kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، دُلَّنِي عَلَى عَمِلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ

“Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga.” Lalu beliau bersabda :

إِنَّ مِنْ مُوجِبَاتِ الْمَغْفِرَةِ بَذْلُ السَّلامِ، وَحُسْنُ الْكَلامِ

“Di antara sebab mendapatkan ampunan Allah adalah menyebarkan salam dan bertutur kata yang baik.” (HR Thabrani)

3. Qarib

Kata karib dalam bahasa Indonesia memang diserap dari kata qarib dalam bahasa Arab. Qarib di sini mempunyai pengertian yang sama seperti bahasa Indonesia, yaitu orang yang akrab, ramah diajak bicara, dan punya pribadi yang menyenangkan bagi semua orang.

Qarib adalah orang yang pandai membawa diri, murah senyum, ramah, mudah bergaul dan akrab terhadap sesama. Senantiasa menebar senyum jika bertemu dengan orang lain. Sisi baiknya juga, tidak lupa untuk selalu memberi salam.

Sangat mudah diajak berteman, dan suka menyambung tali silaturahmi serta ukhuwah sesama umat muslim. Orang yang senantiasa ramah dan menebar senyum hangat inilah yang api neraka haram untuk menyentuh jasadnya.

Qarib itu akan selalu menampakkan wajah yang berseri di hadapan orang lain, tidak sinis dan galak terhadap orang lain.

Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda:a

لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

“Janganlah meremehkan kebaikan sedikitpun walaupun engkau bertemu saudaramu dengan wajah berseri.” (HR. Muslim)

Sebagaimana akhlak mulia ini diwasiatkan oleh Lukman kepada anaknya yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّا سِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَ رْضِ مَرَحًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَا لٍ فَخُوْرٍ

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. Lukman:18)

4. Sahl

Terakhir, golongan manusia Sahl. Yaitu, orang yang tidak suka mempersulit sesuatu, suka menolong, dan selalu punya solusi di setiap permasalahan yang dihadapi. Tipe orang seperti ini sangat cocok untuk dijadikan teladan pelayan masyarakat.

Orang Sahl juga termasuk orang yang baik hati. Dia selalu memudahkan urusan setiap muslim dengan cara yang benar. Bahkan, tidak pernah mempersulit urusan orang lain. Karena tidak suka berbelit-belit, maka tidak membuat orang lain menghindar ketika bertemu dengannya.

Keempat golongan manusia yang haram disentuh neraka di atas bisa dijadikan contoh, bahwa rahmat Allah sangatlah besar. Sehingga orang-orang dengan sifat tersebut memungkinkan bisa terhindar dari api neraka.

Itulah empat golongan manusia yang tidak akan disentuh oleh api neraka. Semoga kita dapat menjadi salah satu dari golongan tersebut. (A/B04/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)