Gaza, MINA – Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas menyambut sikap Oman yang menolak normalisasi dengan Zionis Israel, dan menilai posisi tersebut sebagai langkah terhormat yang mencerminkan dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina.
Dalam pernyataan resminya, Hamas memuji sikap Oman menolak normalisasi dengan Zionis Israel setelah Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al Busaidi menegaskan bahwa negaranya tidak akan menjalin hubungan normalisasi dengan Zionis Israel.
Hamas menyatakan bahwa penolakan Oman terhadap normalisasi dengan Zionis Israel menunjukkan kesadaran pemerintah dan rakyat Oman terhadap bahaya proyek normalisasi yang dinilai dapat melemahkan perjuangan rakyat Palestina.
“Menghargai posisi Kesultanan Oman yang menolak normalisasi dengan entitas Zionis,” kata Hamas dalam pernyataannya yang dikutip Palinfo pada Jumat (13/3).
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
Menurut Hamas, sikap Oman menolak normalisasi Zionis Israel merupakan posisi yang mencerminkan komitmen terhadap hak-hak bangsa Palestina serta penolakan terhadap dominasi entitas zionis tersebut di kawasan Timur Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Hamas juga kembali menyerukan kepada negara-negara di kawasan dan dunia internasional agar memutus hubungan dengan Israel serta meningkatkan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al Busaidi sebelumnya menegaskan bahwa negaranya tidak akan melakukan normalisasi dengan Israel dan tidak akan bergabung dalam proyek perdamaian yang mendorong normalisasi tersebut.
Ia juga menilai dinamika konflik yang terjadi di kawasan saat ini berkaitan dengan upaya membentuk kembali tatanan regional serta mendorong agenda normalisasi dengan Zionis Israel yang berpotensi menghambat berdirinya negara Palestina merdeka.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Pemerintah Oman, menurut Al Busaidi, tetap berkomitmen pada prinsip kebijakan luar negeri yang mendukung stabilitas kawasan serta mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic