Gaza, MINA – Hamas memperingatkan adanya konsekuensi serius jika Israel terus melakukan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza. Peringatan tersebut disampaikan oleh Khalil al-Hayya, Kepala Biro Politik Hamas sekaligus pimpinan Hamas di Gaza, yang dikutip dari Anadolu Agency, Ahad (1/2).
Dalam pernyataannya, Hamas mengatakan, al-Hayya telah melakukan komunikasi dengan para mediator serta sejumlah pihak internasional, menyusul serangan Israel yang menewaskan 37 warga Palestina dalam 24 jam terakhir.
Al-Hayya mengecam tindakan Israel yang hampir setiap hari melakukan apa yang ia sebut sebagai kejahatan dan pembantaian di Gaza. Ia menegaskan bahwa serangan-serangan tersebut dilakukan dengan dalih palsu dan kebohongan.
Ia juga memperingatkan dampak dari pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel secara terang-terangan. Menurutnya, komitmen perlawanan Palestina terhadap gencatan senjata harus disertai dengan kewajiban pihak pendudukan untuk mematuhi kesepakatan dan menghentikan seluruh pelanggaran.
Baca Juga: Zionis Israel Larang Shalat Jumat di Masjid Al Aqsa
Selain itu, Hamas menyalahkan Israel atas kegagalan menyelesaikan masalah warga Palestina yang terjebak di terowongan-terowongan di wilayah Rafah, Gaza selatan.
Sejak penerapan gencatan senjata pada 10 Oktober, banyak warga Palestina terjebak di Rafah, sementara Israel menolak mengizinkan mereka keluar dengan alasan sebagian dari mereka diduga anggota Brigade Izzeddin al-Qassam.
Meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada pertengahan Januari bahwa fase kedua dari rencana gencatan senjata 20 poin telah dimulai, sejumlah persoalan terkait gencatan senjata di Gaza, termasuk nasib warga yang terjebak di terowongan, masih belum terselesaikan.
Secara terpisah, kelompok-kelompok perlawanan Palestina menyatakan bahwa eskalasi tajam serangan Israel di Gaza merupakan upaya jelas untuk merusak konsolidasi gencatan senjata.
Baca Juga: UN Women: Perempuan Gaza Hadapi Tragedi Kemanusiaan Terburuk Dunia
Dalam pernyataan Komite Tindak Lanjut Faksi Nasional dan Islam, disebutkan bahwa serangan Israel terus berlanjut dan meningkat setelah pembentukan Komite Nasional Administrasi Jalur Gaza. Serangan tersebut memuncak dengan menargetkan bangunan, tempat pengungsian, dan kantor polisi, yang menewaskan banyak warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak.
Menurut komite tersebut, sejak Komite Nasional diumumkan pada 17 Januari, serangan Israel telah menewaskan 71 orang dan melukai 140 lainnya, sebagian besar dalam kondisi serius. Gaza juga mengalami 96 serangan udara dan artileri, termasuk 61 serangan langsung terhadap warga sipil, serta penghancuran atau pemboman terhadap 17 rumah.
Komite itu mendesak Amerika Serikat, para mediator, dan komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghentikan serangan dan mengakhiri pelanggaran gencatan senjata, seraya memperingatkan bahwa agresi yang berlanjut akan menghambat seluruh upaya menuju fase kedua gencatan senjata.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Klaim Pembunuhan Khamenei Sesuai Hukum Internasional
















Mina Indonesia
Mina Arabic