Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hamas Rilis Narasi Kedua tentang Operasi Badai Al-Aqsa

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 25 Desember 2025 - 11:56 WIB

Kamis, 25 Desember 2025 - 11:56 WIB

90 Views

(Quds Press)

Gaza, MINA – Gerakan perlawanan Palestina Hamas mengumumkan pada Rabu (24/12) rilis narasi keduanya tentang Operasi Badai Al-Aqsa (Al-Aqsa Flood), yang diterbitkan dalam bahasa Arab dan Inggris.

Dokumen yang berjudul “Narasi Kami: Badai Al-Aqsa—Dua Tahun Keteguhan dan Tekad untuk Pembebasan” ini menyajikan pandangan politik dan historis gerakan tersebut mengenai peristiwa selama dan setelah operasi lintas batas 7 Oktober 2023.

“Banjir Al-Aqsa bukan sekadar operasi militer, tetapi kelahiran kesadaran yang terbebaskan dan tekad baru untuk pembebasan, tanpa dicemari oleh penipuan atau distorsi,” pernyataan Hamas menegaskan, seraya menyatakan bahwa perang dan genosida berikutnya gagal mematahkan rakyat Palestina atau menghapus ingatan mereka.

Hamas menekankan, pendirian negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya, serta hak pengungsi untuk kembali ke rumah mereka, bukanlah mimpi, tetapi hak yang diabadikan dalam konvensi internasional dan hak historis serta politik.

Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera

Narasi ini terdiri dari delapan bab. Bab pembuka mengeksplorasi motif dan keadaan di balik operasi Badai Al-Aqsa, sementara bab kedua, berjudul “Hari Penyeberangan yang Mulia,” menjelaskan posisi Hamas mengenai peristiwa 7 Oktober.

Bab ketiga narasi Hamas menyoroti perlunya penyelidikan terhadap peristiwa 7 Oktober dan mengungkap kebenaran tentang apa yang terjadi pada hari itu. Bab keempat menguraikan perang genosida Israel di Gaza, sedangkan bab kelima membahas upaya Gerakan untuk menghentikan agresi Israel serta rencana perdamaian Trump.

Bab keenam mengkaji “Prestasi Badai Al-Aqsa.” Bab ketujuh menjelaskan mengapa “Hamas Tidak Dapat Diisolasi,” sementara bab kedelapan merinci “Prioritas Tahap Selanjutnya” baik secara politik maupun di lapangan.

Rilis narasi ini muncul di tengah pelanggaran Israel yang berlanjut terhadap kesepakatan gencatan senjata, perdebatan tentang masa depan senjata perlawanan, dan peran Hamas dalam lanskap politik Palestina.[]

Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Palestina
Palestina
Palestina
Palestina