Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - 3 jam yang lalu

3 jam yang lalu

7 Views ㅤ

(Ilustrasi) Sidang Parlemen israel (Knesset). (Foto: The Israel Democracy Institute)

Tel Aviv, MINA – Knesset Israel yang baru terpilih akan mengadakan sidang perdana pada 10 November, di mana anggota parlemen akan dilantik dan memilih ketua parlemen.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (2/11), Knesset mengatakan sesi pembukaan akan dimulai pukul 4 sore waktu setempat (1400 GMT), dengan dihadiri oleh Presiden Isaac Herzog dan tamu kehormatan lainnya. Anadolu melaporkan.

Pengumuman tersebut menyusul pemilihan parlemen pada Selasa lalu, yang gagal menghasilkan mayoritas yang jelas di badan legislatif yang beranggotakan 120 orang.

Berdasarkan hasil awal, blok Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperoleh 53 kursi, sementara partai oposisi memperoleh 48 kursi dan partai-partai Arab memperoleh 19 kursi.

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

Setidaknya diperlukan 61 kursi untuk mengamankan mayoritas parlemen. Hasil resmi pemilu diperkirakan akan diumumkan pada Rabu.

Selama sesi pengukuhan, semua anggota parlemen yang baru terpilih akan mengucapkan sumpah setia kepada Israel, menurut pernyataan Knesset.

Blok oposisi Perubahan, yang dipimpin oleh mantan panglima militer Gadi Eisenkot, berusaha menggantikan Ketua Knesset yang sedang menjabat, Amir Ohana, yang merupakan anggota partai Likud pimpinan Netanyahu.

Knesset mengatakan ketua parlemen dipilih untuk masa jabatan empat tahun dan bertanggung jawab mengelola urusan parlemen dan mewakili badan legislatif di hadapan badan-badan eksternal.

Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia

Kemudian delapan wakil ketua akan dipilih. Ketua dan wakilnya bertanggung jawab untuk menetapkan agenda parlemen, menyetujui pertanyaan-pertanyaan parlemen, usulan legislatif dan hal-hal lain yang diajukan untuk diperdebatkan.

Pernyataan itu menambahkan bahwa ketua Knesset menjabat sebagai penjabat presiden ketika presiden Israel berada di luar negeri.

Sementara itu, partai politik telah mengintensifkan konsultasi mengenai siapa yang harus ditugaskan untuk membentuk pemerintahan berikutnya.

Pada Senin, Channel 12 mengutip pemimpin Yisrael Beiteinu Avigdor Lieberman yang mengatakan dia akan merekomendasikan pemimpin partai Yeshar Gadi Eisenkot untuk jabatan perdana menteri.

Baca Juga: Demo Gen Z Jerman Berujung Ricuh di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin

Stasiun penyiaran publik Israel, KAN, juga melaporkan Partai Demokrat, yang dipimpin oleh Yair Golan, sedang bergerak untuk merekomendasikan Eisenkot.

Pada Ahad, partai Together, yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri Naftali Bennett, mengumumkan keputusannya untuk mendukung Eisenkot.

Anggota parlemen Arab juga memberi isyarat mereka mungkin merekomendasikan Eisenkot dalam upaya mencegah Netanyahu membentuk pemerintahan lain.

Jika seluruh 19 anggota parlemen Arab bergabung dengan partai oposisi dalam merekomendasikan Eisenkot, ia dapat menerima dukungan dari 67 anggota parlemen, dibandingkan dengan 53 anggota blok Netanyahu.

Baca Juga: Jelang Pemilu Sela AS, Demokrat Unggul di Survei

Hasil seperti itu dapat mempengaruhi keputusan Herzog mengenai siapa yang harus ditugasi terlebih dahulu dalam membentuk pemerintahan, meskipun Likud tetap menjadi partai terbesar di Knesset.

Baik Netanyahu maupun Eisenkot menentang pembentukan negara Palestina, meskipun resolusi PBB mendukung solusi dua negara. []

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Militer Iran: Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama dari Konflik Sebelumnya

Rekomendasi untuk Anda