Gaza, MINA – Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas mengatakan 7 Oktober 2023 menandai tonggak sejarah dan kehormatan dalam perjuangan nasional Palestina. Hamas menegaskan perlawanan adalah hak yang sah hingga pembebasan tanah Palestina dari penjajahan Israel.
Dalam pernyataan memperingati tiga tahun “Operasi Al-Aqsa Flood,” yang dikutip Kamis (8/10, Hamas mengatakan pertempuran itu adalah respons alami terhadap puluhan tahun agresi, blokade, dan pembunuhan sistematis.
Hamas menegaskan semangat Al-Aqsa Flood tetap hidup dan upaya pendudukan Israel menggambarkan 7 Oktober sebagai awal konflik adalah pemalsuan realitas yang gamblang.
Hamas memuji keteguhan warga Palestina di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem serta kembalinya keluarga-keluarga ke lingkungan yang hancur membuktikan keterikatan mereka pada tanah dan penolakan mereka terhadap segala skema pengungsian.
Baca Juga: Krisis Dana Paksa PBB Pangkas Bantuan Pangan bagi 500.000 Warga Gaza
Gerakan itu mengatakan perang telah berubah menjadi genosida senyap setelah kesepakatan gencatan senjata 10 Oktober 2025. Hamas menambahkan sekitar 1.500 warga Palestina tewas dan lebih dari 5.000 terluka sejak gencatan senjata dimulai.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Drone Zionis Israel Tewaskan Empat Warga Palestina di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic