Jakarta, MINA – Sejumlah penyedia bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia menurunkan harga jual produk mereka mulai 1 Agustus 2026.
Penyesuaian dilakukan oleh Shell, BP, Vivo, dan Mobil Indostation seiring perubahan tren harga minyak mentah dunia serta penyesuaian biaya distribusi.
Di SPBU BP-AKR, harga BP 92 turun menjadi Rp16.130 per liter, BP Ultimate menjadi Rp16.760 per liter, sedangkan BP Ultimate Diesel naik menjadi Rp21.910 per liter. Di Vivo, Revvo 92 turun menjadi Rp16.130 per liter, Revvo 95 menjadi Rp16.760 per liter, sementara Diesel Primus naik menjadi Rp21.910 per liter.
Adapun di Shell, saat ini hanya tersedia Shell V-Power Diesel dengan harga Rp21.910 per liter, sedangkan produk bensin seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ masih belum tersedia. Sementara itu, Mobil Indostation masih mempertahankan harga Gasoline 92 di Rp16.670 per liter.
Baca Juga: Dugaan Kesalahan Prosedur Gerebek Ponpes, Anggota DPR Nasir Djamil Minta Mabes Polri Usut Tuntas
Penurunan harga berlaku pada berbagai jenis BBM beroktan tinggi yang dipasarkan masing-masing perusahaan. Kebijakan tersebut diharapkan memberi pilihan yang lebih kompetitif bagi masyarakat pengguna kendaraan pribadi di tengah fluktuasi harga energi global.
Meski besarannya berbeda di setiap operator, mayoritas produk mengalami penurunan dibandingkan harga yang berlaku pada bulan sebelumnya.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta biaya pengadaan dan distribusi.
Karena itu, harga BBM di SPBU swasta dapat berubah setiap awal bulan mengikuti perkembangan pasar energi internasasional.
Baca Juga: Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Dibebaskan hingga 31 Desember 2026
Di sisi lain, persaingan antarpenyedia BBM dinilai semakin ketat dengan bertambahnya jaringan SPBU swasta di berbagai daerah. Kehadiran Shell, BP, Vivo, dan Mobil Indostation memberikan alternatif bagi konsumen selain SPBU Pertamina, terutama untuk produk BBM beroktan tinggi yang banyak digunakan kendaraan modern.
Penurunan harga ini berpotensi meringankan beban operasional masyarakat maupun pelaku usaha yang menggunakan BBM nonsubsidi.
Namun, mereka mengingatkan bahwa tren tersebut masih bergantung pada dinamika harga minyak global dan kondisi geopolitik yang dapat memengaruhi pasokan energi dunia.
Masyarakat diharapkan selalu memperhatikan informasi resmi dari masing-masing operator SPBU mengenai daftar harga terbaru sebelum melakukan pengisian bahan bakar.
Baca Juga: Kualitas Udara Kota Palangka Raya Berbahaya, 9 Daerah Lain Tidak Sehat
Penyesuaian harga setiap bulan merupakan mekanisme yang lazim diterapkan pada BBM nonsubsidi agar tetap mencerminkan kondisi pasar dan biaya pengadaan yang berlaku. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Rabu 4 November Rp18.106 per Dolar AS, Analis: Tetap Rawan Melemah
















Mina Indonesia
Mina Arabic