Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga Plastik Naik Setiap Pekan

Rudi Hendrik Editor : Sri Astuti - Selasa, 7 April 2026 - 14:00 WIB

Selasa, 7 April 2026 - 14:00 WIB

65 Views ㅤ

Ilustrasi: toko plastik. (Gambar: Dreamina)

Jakarta, MINA – Harga berbagai produk plastik di pasar domestik mengalami kenaikan cukup tajam akibat terganggunya pasokan bahan baku impor, yang dipicu konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Kenaikan ini mulai terasa sejak pekan kedua Ramadan dan terus berlanjut setiap pekannya.

Mengutip IDN Times, Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, mengungkapkan bahwa lonjakan harga berkisar antara Rp500 hingga Rp700 per pekan.

Menurutnya, hampir seluruh jenis plastik berbahan PE dan PP mengalami peningkatan harga yang signifikan.

PE (polyethylene) dikenal sebagai plastik yang fleksibel dan ringan, umumnya digunakan untuk kantong plastik, botol, dan kemasan makanan. Sementara itu, PP (polypropylene) memiliki karakter lebih kuat serta tahan panas, sehingga sering dipakai untuk wadah makanan tahan panas (microwave-safe), tutup botol, perlengkapan rumah tangga, hingga karung plastik.

Baca Juga: Dugaan Kesalahan Prosedur Gerebek Ponpes, Anggota DPR Nasir Djamil Minta Mabes Polri Usut Tuntas

“Setiap pekannya sejak pekan kedua puasa, kenaikan bervariasi antara 500 hingga 700 rupiah. Dalam kondisi saat ini, hampir semua jenis plastik berbahan PE dan PP mengalami lonjakan hingga 50 persen, bahkan ada yang mencapai 100 persen,” ujar Reynaldi, Senin (6/4).

Kenaikan harga juga terlihat pada plastik kresek yang naik dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per pak. Sementara jenis lainnya meningkat dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per pak.

Reynaldi menilai kondisi ini terjadi karena industri dalam negeri masih sangat bergantung pada bahan baku impor. Ia pun mendorong pemerintah untuk segera mencari sumber pasokan alternatif di luar kawasan Timur Tengah guna meminimalkan dampak lanjutan ke berbagai sektor.

Ia menegaskan, ketergantungan terhadap impor bahan baku plastik berpotensi menimbulkan efek berantai yang luas, tidak hanya pada sektor pangan, tetapi juga kosmetik dan otomotif.

Baca Juga: Denda Pajak Kendaraan di Jakarta Dibebaskan hingga 31 Desember 2026

Di sisi lain, IKAPPI memandang situasi ini sebagai peluang untuk mengurangi penggunaan plastik di pasar tradisional, sekaligus mendorong masyarakat beralih ke tas belanja yang lebih ramah lingkungan.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut kenaikan harga plastik berkaitan dengan konflik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan nafta, salah satu bahan baku utama dalam produksi plastik.

Ia mengakui banyaknya keluhan masyarakat terkait lonjakan harga plastik dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, hal ini merupakan dampak dari konflik Iran-AS, mengingat sebagian pasokan nafta masih diimpor dari kawasan tersebut.

Pemerintah, lanjutnya, tengah mengupayakan diversifikasi sumber impor nafta dari wilayah lain seperti Afrika, India, dan Amerika guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari Timur Tengah. []

Baca Juga: Kualitas Udara Kota Palangka Raya Berbahaya, 9 Daerah Lain Tidak Sehat

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia