Heidy Utami, Ramadhan Muslimat New York Saat Pandemi Covid-19

diskusi virtual tentang Ramadhan di AS, Rabu (6/5). (Foto screenshot)

New York, MINA – Heidy Utami, seorang warga muslim Indonesia yang saat ini tinggal di New York, Amerika Serikat bercerita tentang kegiatan sehari-harinya di Bulan Ramadhan, khususnya saat negara tersebut sedang mengahadapi pandemi virus corona.

Heidy yang bekerja di sebuah perusahaan di AS sejak Februari tahun lalu itu mengatakan, Ramadhan kali ini sangat berbeda dengan tahun lalu. Ia bercerita, saat datang bulan suci biasa masyarakat muslim di New York memusatkan kegiatan ibadahnya di masjid-masjid.

“Saya beruntung sekali karena di New York jumlah masyarakat muslimnya sangat banyak, termasuk warga muslim Indonesia,” kata Heidy dalam diskusi virtual tentang Ramadhan di AS, Rabu (6/5).

Terdapat banyak masjid-masjid kecil yang dibangun oleh muslim dari berbagai negara. Sehingga saat bulan Ramadhan seperti ini mudah untuk menemukan takjil dan makan malam gratis, khususnya bagi mereka yang belum berkeluarga.

Namun saat pandemi, Heidy mengatakan, kemeriahan tersebut sulit untuk ditemukan karena New York saat ini masih menerapkan karantina wilayah atau lockdown sehingga tidak memungkinkannya untuk keluar rumah.

Pemerintah AS memutuskan untuk memperpanjang perintah untuk diam di rumah sampai 30 April 2020. Itu berarti, masjid-masjid akan tetap tutup selama Ramadhan, bahkan mungkin sampai Idul Fitri.

Keputusan itu diambil mengingat banyaknya korban yang tertular dan meninggal akibat pandemi virus corona.

“Kehidupan di New York sangat berubah. New York yang biasanya sangat sibuk dan ramai dengan lalu-lalang kendaraan, kini sangat sepi sekali, seperti bukan di New York,” kata Heidy.

Heidy keluar rumah hanya untuk keperluan mendesak dan itu pun harus menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan.

Ia pun berharap, pandemi virus corona cepat berakhir sehingga kehidupan akan kembali normal. (L/RE1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)