Palembang, MINA – Hujan yang turun di seluruh kabupaten dan kota di Sumatra Selatan, Kamis (29/10) menjadi perkembangan positif dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di tengah berlanjutnya pemantauan titik api dan dampak kabut asap di sejumlah wilayah Sumatra.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan TNI bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (28/10) menggunakan sembilan ton bahan semai untuk membantu pembentukan hujan.
Bahan tersebut terdiri atas 800 kilogram dry ice dan 8,2 ton garam semai atau natrium klorida (NaCl). Hasil pemantauan menunjukkan hujan turun di seluruh kabupaten dan kota di Sumatra Selatan.
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan melalui sistem SiPongi, jumlah titik panas (hotspot) berkepercayaan tinggi secara nasional mencapai 79 titik hingga Selasa (27/10) pukul 21.00 WIB, turun dari 93 titik sehari sebelumnya.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Selasa 3 November 2026
Pemantauan tersebut, Sumatra Selatan, Jambi, dan Riau termasuk enam provinsi prioritas pengendalian karhutla yang tidak terdeteksi memiliki hotspot berkepercayaan tinggi.
Meski demikian, penurunan titik panas belum berarti seluruh kebakaran telah padam. Kementerian Kehutanan melaporkan bahwa di Sumatra Selatan, api di Desa Putak, Kabupaten Muara Enim, telah padam, sedangkan kondisi kebakaran di Pulau Geronggang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, terkendali dan terbantu hujan.
Operasi pemadaman masih diperlukan di sejumlah lokasi lain, termasuk Tanjung Batu dan Talang Rimba di Ogan Komering Ilir serta Suaka Margasatwa Padang Sugihan di Kabupaten Banyuasin.
Di beberapa lokasi tersebut, petugas masih menghadapi titik api yang sulit dijangkau sehingga penyisiran dan pendinginan tetap diperlukan.
Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini Berawan, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
Sementara itu, di Provinsi Jambi, api aktif di sejumlah lokasi Kabupaten Tanjung Jabung Timur, seperti Sungai Cemara, Simpang Datuk, dan Labuhan Pering, dilaporkan berhasil dipadamkan.
Namun, kepulan dan titik asap masih ditemukan sehingga petugas melanjutkan pembasahan serta penyisiran untuk mencegah api kembali menyala.
Pemerintah bersama petugas gabungan terus melakukan pemantauan, patroli, dan pemadaman darat maupun udara.
Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. []
Baca Juga: Cuaca Sumatra Hari Ini, Waspadai Hujan Petir dan Angin Kencang
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic