Sanaa, MINA – Kelompok Houthi di Yaman mengancam akan memblokade Selat Bab-el-Mandeb secara bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz oleh Iran, sebagai respons terhadap serangan udara Saudi di Bandara Internasional Sanaa pada Senin (13/7).
Dalam pernyataan yang dikutip oleh YNP dan Solovyov Live, Houthi mengatakan bahwa mereka telah mengambil “keputusan strategis untuk menggabungkan Bab-el-Mandeb dengan Hormuz.”
Langkah tersebut akan menjadi pembalasan atas serangan udara Saudi yang menghantam landasan pacu Bandara Sanaa.
Seorang anggota biro politik gerakan Hiouthi, Muhammad al-Farah, menyatakan, “Itu adalah kesalahan di pihak Amerika Serikat untuk mendorong rezim Saudi ke agresi baru terhadap Yaman. Bab-el-Mandeb akan bergabung dengan Hormuz, dan harga minyak akan naik hingga $200 per barel.”
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Perusahaan pelayaran Gibson Shipping telah memperingatkan bahwa dunia harus bersiap menghadapi kondisi pasokan minyak yang jauh lebih sulit jika eskalasi ini berlanjut.
“Jika eskalasi ketegangan baru di Selat Hormuz mengarah pada penutupan panjang berikutnya, dunia akan menemukan dirinya dalam situasi yang jauh lebih sulit. Dengan latar belakang penurunan cepat cadangan minyak dunia dalam beberapa bulan terakhir, ini akan menciptakan kondisi untuk pasokan yang lebih terbatas, harga yang lebih tinggi, dan risiko pengurangan signifikan dalam ketersediaan kapal tanker minyak,” demikian laporan Gibson Shipping.
Ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah serangan udara Saudi ke Bandara Sanaa, yang diklaim untuk mencegah pendaratan pesawat Iran yang membawa delegasi Houthi sepulang dari pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
















Mina Indonesia
Mina Arabic