Tel Aviv, MINA — Amerika Serikat telah memindahkan 10 pesawat kargo militer ke pangkalan udara Israel di wilayah Negev selatan.
Langkah ini dilakukan di tengah persiapan untuk kemungkinan serangan militer terhadap Iran, menurut laporan penyiar publik Israel KAN.
Pesawat-pesawat tersebut mendarat di pangkalan udara Ovda dan Nevatim. Dikutip dari TRT Word, Jumat (30/10).
Sementara itu, pesawat militer AS tambahan dilaporkan dikirim ke pangkalan di Yordania, Arab Saudi, dan Qatar.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Menurut KAN, pesawat-pesawat tersebut berangkat dari Fort Bliss, Texas, salah satu pusat pertahanan udara militer terbesar AS, termasuk fasilitas yang terkait dengan rudal pencegat dan baterai pertahanan udara.
Hingga kini, belum ada konfirmasi langsung dari AS atas penempatan tersebut, dan masih belum jelas kargo apa yang dibawa pesawat itu atau apakah Washington telah memutuskan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Seorang pejabat Israel mengatakan, Israel dan AS sedang mengoordinasikan persiapan militer mereka secara erat.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Pejabat itu tidak merinci sifat atau waktu pengambilan keputusan potensial.
Awal pekan ini, Washington telah memperingatkan negara-negara Teluk tentang kemungkinan serangan militer singkat dan terbatas terhadap Iran.
Militer AS juga telah memindahkan sistem pertahanan rudal Patriot dari Texas untuk memperkuat pertahanan udaranya di wilayah Teluk.
Laporan itu menambahkan bahwa pasukan AS yang ditempatkan di pangkalan-pangkalan di seluruh wilayah telah diperintahkan untuk meninggalkan sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan eskalasi militer.
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
Pasukan AS juga sedang mengisi ulang persediaan senjata mereka, dengan satu unit kapal induk dan Korps Marinir tambahan diperkirakan tiba pada bulan November. Penguatan tersebut akan bergabung dengan sekitar 20 kapal perang AS yang sudah beroperasi di Timur Tengah. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Demo Gen Z Jerman Berujung Ricuh di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin
















Mina Indonesia
Mina Arabic