Jakarta, MINA – Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Bidang VI (Kesehatan, Perempuan, Pemuda, Anak, dan Lansia) menggelar Webinar Nasional bertajuk “Menjaga Generasi Dokter Indonesia: Tantangan, Risiko, dan Transformasi Ekosistem Pendidikan Kedokteran”, Jumat (24/2).
Ketua Umum ICMI yang juga Ketua BRIN, Prof. Arif Satria, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ICMI Bidang VI atas terselenggaranya webinar tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan berbagai perubahan yang tengah dihadapi dunia kesehatan.
“Menurut saya, tema ini sangat relevan dengan perubahan yang sedang kita hadapi saat ini. Teknologi berkembang sangat cepat. AI, robotik medis, genomik, dan berbagai teknologi kesehatan baru mulai mengubah cara kita memberikan layanan kesehatan,” ujarnya.
Menurut Arif, pendidikan kedokteran harus mampu beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Dokter Indonesia tidak hanya dituntut memiliki kemampuan keilmuan yang kuat, tetapi juga harus mampu merespons perkembangan teknologi dan perubahan zaman.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
“Karena itu, pendidikan kedokteran harus mampu beradaptasi. Kita perlu menyiapkan dokter yang tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga mampu merespons perkembangan teknologi dan perubahan zaman,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya riset dan inovasi dalam pengembangan pendidikan kedokteran. Menurutnya, riset tidak boleh berhenti di laboratorium atau sekadar menghasilkan publikasi, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan nyata dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia berharap webinar tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat menghasilkan gagasan dan langkah konkret untuk memperkuat pendidikan kedokteran, riset, serta inovasi kesehatan di Indonesia.
“Saya berharap webinar ini tidak berhenti pada diskusi semata. Semoga forum ini menghasilkan gagasan dan langkah konkret untuk memperkuat pendidikan kedokteran, memperkuat riset dan inovasi kesehatan, serta menyiapkan dokter Indonesia yang unggul, adaptif, dan tetap humanis,” tuturnya.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Webinar nasional tersebut menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha, SE., MA., Ph.D.; Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Netty Prasetyani, M.Si.; Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) periode 2009–2014 Prof. dr. Menaldi Rasmin, Sp.P(K); serta dr. Mikail Athif Zhafir Asyura, peserta Internship FKUI 2019. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic