Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Krisis Kesehatan Gaza Memburuk, Tak Ada Rumah Sakit yang Beroperasi Penuh

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:43 WIB

Jumat, 2 Oktober 2026 - 22:43 WIB

13 Views ㅤ

Rumah Sakit Al-Quds di Jalur Gaza yang tetap beroperasi meski di tengah blokade dan kurangnya pasokan medis berhasil melakukan lebih dari operasi jantung dalam kurun waktu kurang dari setahun. (Foto: Palinfo)

Gaza, MINA – Bantuan Medis untuk Palestina (MAP) memperingatkan bahwa krisis kemanusiaan dan kesehatan di Gaza terus memburuk di tengah pembunuhan yang terus berlanjut, serangan terhadap fasilitas kesehatan, dan kekurangan pasokan penting.

Menurut MAP, hanya 35 dari 57 rumah sakit di Gaza yang berfungsi sebagian, sementara tidak ada satu pun rumah sakit yang beroperasi dengan kapasitas penuh, hal ini menunjukkan besarnya kerusakan yang ditimbulkan pada sistem kesehatan, Palinfo melaporkan, Jumat (2/10).

MAP mengatakan rumah sakit di Gaza terus menghadapi kekurangan obat-obatan, bahan bakar, serta pasokan medis, karena pembatasan yang dilakukan Israel. Hal ini menghambat pemulihan sistem kesehatan dan memulihkan layanan penting bagi masyarakat. Serangan Israel juga telah merusak fasilitas kesehatan di seluruh Jalur Gaza.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa pembatasan yang diberlakukan Israel terhadap masuknya bantuan kemanusiaan dan pasokan medis ke Gaza menghambat respons kesehatan dan membatasi kemampuan fasilitas medis untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang terus meningkat.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

WHO mengatakan pengiriman pasokan medis masih tertahan di penyeberangan Kerem Shalom setelah timnya menurunkan barang-barang tersebut tetapi tidak diberikan izin yang diperlukan untuk mengumpulkan pasokan dan membawanya ke Gaza.

Perkembangan ini memperlebar kesenjangan antara kebutuhan kesehatan di Gaza yang meningkat pesat dan kemampuan fasilitas medis untuk meresponsnya, terutama karena pembatasan terhadap pasokan penting terus berlanjut, infrastruktur kesehatan masih rusak parah, dan rumah sakit kekurangan sumber daya yang diperlukan untuk beroperasi.

Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur Dr. Hanan Balkhy juga memperingatkan bahwa berlanjutnya pembatasan bantuan medis oleh Israel menghambat respons kesehatan Gaza, dan menekankan kemunduran ini bukan disebabkan oleh serangan saja tetapi juga oleh pembatasan yang menghalangi warga Palestina mengakses layanan kesehatan.

Balkhy memperingatkan penyebaran penyakit di Gaza dapat menimbulkan ancaman bagi wilayah yang lebih luas karena kondisi kesehatan dan kemanusiaan yang memburuk serta pembatasan akses terhadap pasokan dan layanan medis terus berlanjut.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Peringatan dari WHO dan MAP menunjukkan krisis kesehatan yang tidak hanya mencakup kekurangan obat-obatan dan pasokan medis. Rumah sakit-rumah sakit di Gaza sendiri sedang berjuang untuk tetap beroperasi dan memberikan perawatan karena pembatasan pasokan penting terus berlanjut dan kebutuhan kesehatan lebih dari dua juta warga Palestina terus meningkat. []

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda