IIBF 2020 Resmi Ditutup

Jakarta, MINA – Indonesia International Book Fair (IIBF) 2020 yang diselenggarakan secara virtual sejak 28 September-7 Oktober 2020 resmi ditutup oleh Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Pusat Rosidayati Rozalina.

“Dengan mengucap Alhamdulillahirabbil’alamin, IIBF 2020 edisi virtual kami tutup. Sampai jumpa di IIBF 2021,” ucap Rosidayati saat menutup Pameran Buku International Indonesia secara daring melalui aplikasi Zoom yang diikuti MINA, Rabu (7/10) malam.

Ia berharap, semoga pandemi ini segera berakhir dan IIBF tahun depan bisa kembali ke Jakarta Convention Center (JCC) sebagaimana diselenggarakan tahun-tahun sebelumnya.

Kemudian, ia juga mengucapkan terimakasih kepada jajaran panitia, media partner, Shopee, Kemenparekraf, dan seluruh anggota yang telah bekerjasama untuk menyukseskan acara IIBF 2020.

Sementara itu Ketua IIBF 2020 Arys Hilman mengatakan, awalnya ditargetkan ada 75 acara yang diselenggarakan. Namun kenyataannya justru terdapat 79 acara yang kami laksanakan dalam waktu 10 hari.

“Ada 175 stan peserta terdiri atas stan peserta eksibisi (penjualan buku), peserta Indonesia Rights Fair, dan peserta lembaga (kemenparekraf, media, dll),” kata Arys kepada MINA.

“Alhamdulillah IIBF kali ini, meski pertama kalinya diselenggarakan secara virtual, dan ada beberapa kendala seperti misalnya kesulitan jaringan narasumber, namun kita tetap bisa mencapai target-target yang telah direncanakan,” tambahnya.

Arys berharap kegiatan literasi seperti ini harus tetap berjalan dan didukung oleh semua pihak, para pelaku perbukuan, kemudian pemerintah dan masyarakat.

IIBF merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) sejak tahun 1980 yang menyandang nama Indonesia Book Fair (IBF), kemudian tahun 2014 acara ini bertransformasi menjadi go internasional atau yang disebut IIBF. (L/R11/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)