IKAPI Rencanakan Malaysia Jadi Tamu Kehormatan Di IIBF 2016

Jakarta, 5 Jumadil Akhir 1437/15 Maret (MINA) – Ketua Panitia Indonesia Internastional Bok Fair () 2016 Kuslistyarini mengatakan, Malaysia direncanakan menjadi Guest of Honour (Tamu Kehormatan) atau Country Focus, dalam ajang yang akan dimulai akhir nanti di Jakarta.

“Saat ini, sedang menjalin komunikasi yang intensif dengan Malaysia, untuk mengajak Malaysia menjadi tamu Kehormatan IIBF 2016,”ujar Kuslistyarini pada Konferensi Pers di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Selasa (15/3).

Rini menjelaskan, pilihan terhadap Malaysia itu berdasarkan berbagai pertimbangan.

“Pertimbangan yang kami lakukan antara lain momentum berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN dan kerja sama yang sudah terjalin dengan sangat baik antara penerbit Indonesia dengan penerbit Malaysia,” katanya.

IIBF 2016 menyediakan 200 lebih stan yang akan dibagi menjadi beberapa zona, antara lain area untuk Book Fair, Rights Fair, Library Expo, Education, Art, Culture and Tourism Expo, Digital and Content Creative, Percetakan, Stationary dan Suvenir, Antiquariat (area khusus untuk buku langka dan buku diskon).

Pembagian area ini bertujuan agar masing-masing bidang mendapat perhatian khusus, memberikan kenyamanan, serta nuansa yang berbeda dan lebih menarik bagi peserta dan pengunjung IIBF 2016.

“IIBF 2016 yang mengangkat tema Seni dan Budaya (Art and Cultural) menargetkan peserta dari luar negeri sebanyak 12 negara dan target pengunjung sebanyak 75 ribu orang,”kata Rini.

IIBF akan dimeriahkan dengan beragam acara untuk berbagai kalangan, antara lain pemberian Anugerah IKAPI, berbagai inspirasi (sharing knowledge) dari para profesional untuk generasi muda, sharing session dengan lembaga perbukuan dan peserta mancanegara, wisata baca dan budaya untuk anak, diskusi dan peluncuran buku bersama para penulis, penampilan seni dan budaya.

Selama ini, para penerbit dan penggiat perbukuan Indonesia terkagum-kagum menyaksikan perhelatan pameran buku di berbagai negara.

“IKAPI memiliki cita-cita tinggi agar IIBF menjadi salah satu pameran buku yang di perhitungkan dunia Internasional,” ujar Rini yang juga  Bendahara Umum  IKAPI Pusat.

Ia berharap IIBF menjadi agenda tetap untuk kunjungan dan partisipasi para praktisi perbukuan dunia.

“Bangsa kita tidak lagi hanya sebagai konsumen copyrights dari penulis dan penerbit negara lain. Akan tetapi, kita harus melangkah untuk terus meningkatkan daya saing dan menjadi produsen karya-karya kreatif serta tuan rumah untuk perhelatan kegiatan perbukuan dunia,”tutupnya. (L/P007/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)