Imaam Yakhsyallah: Dialog Allah dengan Orang-orang Dzalim dalam Surah Ibrahim 44-46

Al-Muhajirun, Lampung Selatan, MINA – Imaam Yakhsyallah Mansur mengatakan, dalam Surah Ibrahim ayat 44, dijelaskan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diperintahkan oleh Allah untuk memberikan peringatan kepada manusia yang pada saat itu datang azab kepada orang-orang dzalim.

Imaam Yakhsyallah mengatakan itu dalam kajian Shubuh di Masjid An-Nubuwwah, Kompleks Ponpes Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Al-Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Selasa (9/11).

Imaam Yakhsyallah menjelaskan, ketika Allah memerintahkan orang-orang untuk mengikuti perintah Rasul dan percaya terhadap hari kiamat, orang-orang dzalim tidak mau dan tidak percaya.

“Kepada Allah mereka menjawab, Ya Allah tunda sebentar saja. Kalau saya diberi waktu, kami akan penuhi panggilan-Mu. Nanti saya akan percaya, akan laksanakan perintah Rasul, berbuat baik, dan kami akan ikuti semua Rasul, begitu jawabnya,” ujarnya.

Allah menjawab dalam ayat tersebut, “Bukankah kamu dulu di dunia menyatakan tidak akan binasa, tidak yakin, bahwa tidak ada hari kiamat?”

Jadi pada hari itu di ayat ke 45, lanjutnya, Allah ungkap semua perilaku orang-orang dzolim.

Imaam Yakhsyallah mengumpamakan, tempat yang dahulu Allah beri azab pada zaman Nabi Nuh dengan banjir, pada akhirnya tempat tersebut ditempati kembali, dan seharusnya yang menempati kembali tempat itu berfikir bahwasanya peristiwa itu adalah perumpamaan hari kiamat yang Allah tampakkan.

“Tempat yang dulu dibanjiri di masa Nabi Nuh, ditempati lagi oleh tetapi mereka dzalim, harusnya berpikir. Kan kalian tinggal di tempat yang bekas Kami hancurkan. Termasuk Mekkah, harusnya lebih hati-hati,” jelasnya.

Selanjutnya, pada ayat 46, Allah menjelaskan segala tipu daya orang-orang dzalim yang saat itu mereka meminta tangguhan waktu dan akan mematuhi perintah Rasul.

“Jadi betapa besar makar daripada orang musyrik, mereka telah membuat makar yang besar, bahkan puncaknya ingin membunuh Rasulullah, sampai-sampai akan mencincang tubuh Rasulullah, memerangi umat Islam, menuduh Fatimah berzina,” ungkapnya.

“Sesungguhnya mereka tidak membuat makar kepada umat Islam, tetapi makar kepada Allah, maka jangan membuat makar terhadap Islam, pasti akan kalah,” lanjut Imaam Yakhsyallah.

Dia kembali mengumpamakan, orang-orang dzalim yang ingin menghancur-leburkan Islam, seperti pungguk (burung yang bisa terbang) merindukan bulan, di mana ia ingin terbang sampai ke bulan, tentu tidak akan mungkin.

“Mereka makarnya ingin menghilangkan gunung, jadi makarnya mereka besar sekali, dahsyat sekali, saking besarnya ingin menghilangkan gunung. Jadi bagaimana Islam ini hancur lebur, ludes, musnah. Jadi itulah bagaimana upaya orang-orang dzalim menghancurkan Islam,” jelasnya. (L/R12/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)