Imaam Yakhsyallah Mansur: Islam Turun Sebagai Rahmat Bagi Semesta Alam

Cileungsi, Kabupaten Bogor, MINA – Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Yakhsyallah Mansur mengatakan, Islam turun ke bumi bukan hanya rahmat bagi manusia tapi juga bagi semesta alam.

Hal itu disampaikannya dalam ceramahnya di Tabligh Akbar 1441 H Jama’ah Muslimin (Hizbullah) dengan tema “Dengan Meneladani Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam Kita Wujudkan Islam Rahmatan Lil A’lamiin” di Pondok Pesantren Al-Fatah, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Ahad (15/12).

Ia menjelaskan, Rosulllah Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri diutus oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah untuk menyebarkan rahmat bagi semesta alam, sebagaimana firman-Nya:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Artinya: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (Q.S Al-Anbiya [21] :107)

Imaam meriwayatkan, “ketika Rasulallah Shallallahu Alaihi Wasallam diminta oleh sebagian sahabat untuk mendoakan tidak baik kepada orang musyrik. Beliau bersabda yang artinya:

“Sesungguhnya aku tidak diutus sebagai tukang melaknat, sesungguhnya aku diutus hanya sebagai rahmat” (H.R. Muslim)

Secara bahasa, rahmat berarti kasih sayang yang terpadu dengan rasa iba. Sedangkan menurut Ahmad Musthafa Al-Maraghi, rahmat adalah perasaan jiwa yang mendorong pemiliknya untuk berbuat baik kepada orang lain.

Menurut Ar-Raghib Al-Isfihani, kata rahmat pada dasarnya memiliki dua pengertian yaitu kasih sayang dan kebijakan. Dalam hal ini, rahmat berarti kasih sayang yang menuntut adanya kebaikan terhadap yang dikasihi. Akan tetapi, dalam konteks kalimat kadang kalimat tersebut digunakan untuk menyatakan satu pengertian saja yaitu kasih sayang atau kebajikan.

Kata rahmat terambil dari Ar-Rahman atau Ar-Rahim yang berarti kerabat, dan asal semua itu ialah Ar-Rahim artinya kandungan wanita.

Di dalam Al-Quran, kata rahmat muncul ratusan kali dalam berbagai konteks dan pengertian, antara lain:

Kebaikan dan kebajikan yang diberikan Allah kepada manusia
إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ …

“ … Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al-A’raf [7] : 56)

Kasih sayang yang terjalin antara sesama manusia

… وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.” (Q.S Ar-Rum [30] : 21)

Berbagai kenikmatan dan karunia dari Allah
Misalnya:

وَلَئِنْ أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ إِنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌ

“Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.” (Q.S. Hud [11] : 9)

Jannah (Syurga)

Misalnya:

يُدْخِلُ مَنْ يَشَاءُ فِي رَحْمَتِهِ ۚ وَالظَّالِمِينَ أَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

“Dan memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih.” (Q.S. Al-Insan [76] : 31).

Di dalam Al-Quran juga terdapat surat Ar-Rahman yang menjelaskan bahwa sebagai wujud kasih sayang Allah adalah mengajarkan Al-Quran kepada manusia sehingga manusia dapat mewujudkan kasih sayang di antara mereka dan mempunyai pegangan yang kokoh yang akan menuntun mereka kepada kebahagiaan hakiki di dunia dan di akhirat.

“Oleh karena itu, apabila manusia mengamalkan Al-Quran maka mereka akan dapat hidup rukun, damai dan menebarkan kasih sayang. Sebaliknya apabila manusia mengabaikan Al-Quran mereka akan selalu bermusuh-musuhan dan akan mengakibatkan kekacauan serta hilangnya kasih sayang di antara sesama makhluk,” demikian Imaam. (L/Sj/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)