Imam Masjid AS Serukan Media Sebut Pembantaian di New Zealand oleh Teroris

New York, MINA – Presiden Nusantara Foundation di AS, Imam Shamsi Ali, meminta media untuk jujur dalam pemberitaan kasus penembakan.

“Peristiwa tragis ini akan mengungkap orang, media dan politisi. Akankah mereka memberi label serangan teroris ini seperti yang sering mereka lakukan ketika seorang Muslim melakukan kejahatan seperti itu?,” ujar Imam Shamsi Ali dalam pernyataan yang diterima MINA, Jumat.

Dia mengatakan, tentu tanpa keraguan bahwa ini adalah serangan teroris terhadap Komunitas Muslim. 

“Kami mengutuk sepenuhnya, dan mendesak pihak berwenang untuk dengan cepat melakukan pekerjaan mereka dan membawa pelaku ke pengadilan,” imbuhnya 

Shamsi Ali meminta setiap Muslim untuk tidak membagikan atau meneruskan video saudara-saudari di Selandia Baru. 

“Tidak perlu merasa dengan mengirimkan video itu Anda telah menjadi pahlawan, khawatir dapat menginspirasi beberapa orang gila (terutama teroris kulit putih) untuk menirunya. Beberapa orang akan mendapatkan keuntungan dari darah saudara dan saudari kita, kecuali jika video itu diperlukan untuk tujuan tertentu, seperti untuk kepemimpinan atau penegakan hukum.”

Terjadi penembakan di Selandia Baru oleh seorang teroris Australia, berusia 28 tahun. Dia masuk ke sebuah masjid (masjid pusat Gereja) dan membabi-buta menembak mati saudara Muslim yang sedang sholat Jumat. Setidaknya 49 terbunuh, sementara lebih dari 20 terluka parah.

“Saudara dan saudari yang terkasih, “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun!” Kita semua milik Allah, dan kita semua pasti akan kembali kepada-Nya.”

“Sementara kami masih mengikuti acara ini dengan cermat, saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam dan doa tulus untuk para korban dan orang-orang yang mereka cintai. Semoga saudara dan saudari Muslim kita di Selandia Baru dan Australia dan di mana saja dilindungi oleh Allah SWT.” ujar Shamsi Ali. (L/R07/RS1)

Mi’raj News Agency (MINA)